ATM Dilempar Bom
Polisi Belum Temukan Kaitan Bom ATM dengan Pemilukada Sulsel
Polisi masih menyelidiki kaitan pelemparan bom molotov di ATM Bank Mandiri di Makassar, dengan Pemilukada Sulsel.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi masih menyelidiki kaitan pelemparan bom molotov di ATM Bank Mandiri di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (14/1/2013) sekitar pukul 01.40 WITA, dengan Pemilukada Sulsel.
Pemiulkada Sulsel akan digelar pada 22 Januari 2013, sehingga tensi politik di provinsi itu mulai memanas.
"(Kepolisian) belum bisa memastikan apakah berhubungan dengan masalah kegiatan lain, Pemilukada 22 Januari 2013. Polisi baru melihat tindak pidana perusakan terhadap fasilitas ATM Bank Mandiri di sana," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar, kepada wartawan termasuk Tribunnews.com di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin.
Tidak ada korban dalam kasus tersebut. Kasus peledakan ATM Bank Mandiri di Kompleks Bumi Khatulistiwa, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulsel, ternyata bukan untuk merampok uang di ATM.
Itu terlihat dengan tidak adanya kerusakan dari mesin ATM. Kerusakan hanya terdapat di plafon, dinding, serta kaca ruang ATM.
"Tidak ada motif untuk mengambil uang. Kami duga pelaku ingin merusak fasilitas ATM, sementa dua saksi sudah dimintai keterangan," ungkap Boy.
Saat ini, Tim Puslabfor Polda Sulsel sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk meneliti pecahan benda-benda yang ditemukan di TKP.
"Saat ini Tim Labfor cabang Makassar sedang meneliti dan memeriksa kerusakan yang ada, plafon, kaca pecah, dan saat ini memeriksa keterangan dari security," paparnya.
Boy menuturkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.40 WIB. Kejadian pertama kali diketahui seorang satpam yang mendengar suara cukup keras.
"Satpam menduga ada suara kecelakaan mobil. Namun, saat dilihat, ATM Bank Mandiri pecah dan terbakar. Kemudian, petugas security berusaha memadamkan, lalu dilaporkan ke petugas Polrestabes Makassar," bebernya. (*)