Malaysia Sering Tolak Sawit Petani Sebatik
Sejumlah petani sawit di Pulau Sebatik semakin resah. Selain transportasi yang dibatasi pihak otoritas pelayaran di Tawau, Sabah, Malaysia
Belum lagi para pemilik pabrik di Nunukan masih membeli TBS dengan harga yang jauh dari ketetapan pemerintah. Setiap kilogram TBS hanya dihargai Rp900 untuk semua usia tanaman. Pemilik pabrik beralasan, kualitas sawit tak seperti yang diharapkan.
Sebagai perbandingan, di Kaltim harga TBS pada Agustus 2012 berdasarkan ketetapan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mencapai Rp1.022,36 perkilogram untuk tanaman umur 3 tahun, Rp 1.100,46 perkilogram untuk tanaman berusia 4 tahun, Rp1.180,93 perkilogram untuk tanaman berusia 5 tahun, Rp1.222,18 perkilogram untuk tanaman berusia 6 tahun, Rp1.264,16 perkilogram untuk tanaman berusia 7 tahun, Rp1.305,42 perkilogram untuk tanaman berusia 8 tahun, Rp1.347,40 perkilogram untuk tanaman berusia 9 tahun serta Rp1.389,97 perkilogram untuk tanaman berusia lebih dari 10 tahun.
Saharuddin hanya berharap, Pemkab Nunukan mau memperhatikan nasib para petani sawit di Pulau Sebatik. Salah satu solusi, menarik investor untuk membangun pabrik Crude Palm Oil (CPO) di Pulau Sebatik. Tentunya jika pabrik berdiri, harga TBS yang diperoleh petani juga bisa lebih baik. "Minimal bisa hemat diongkos angkut," ujarnya.
Baca Juga :
- Uang Gugatan Pemilukada Sebaiknya untuk Bantu Korban Banjir 11 menit lalu
- Dana untuk Pembangunan Empat Pasar Capai Rp 28 Miliar 19 menit lalu
- Bencana Angin Kencang 29 menit lalu