Buang Tinja Sembarangan, 2 Truk Tinja Dirusak Massa di Blitar
"Warga juga minta agar limbah yang sudah terlanjur dibuang di tempat itu segera dibersihkan kembali," ungkapnya.
Laporan Wartawan Surya, Imam Taufiq
TRIBUNNEWS.COM,BLITAR - Dua truk tangki yang memuat limbah tinja jadi sasaran amuk massa di Desa Jatilengger,
Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Kamis (14/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Akibatnya, kedua truk itu rusak parah, di antaranya kacanya pecah karena dilempari batako.
Sementara kedua sopirnya selamat karena langsung melarikan diri ke balai desa setempat.
Kedua sopir itu adalah Lahuri alias Gandek (40), dan Suroso alias Bagong (27), keduanya warga Dusun Jatinom, Desa Jatilengger.
Setelah kejadian itu, mereka diperbolehkan pulang.
Emosi warga itu karena dipicu aksi pembuangan limbah, tanpa dikelola dengan baik.
Beberapa hari ini, kedua truk milik Sugiono (40), warga Desa Bangsri, Kecamatan Ngelegok itu membuang limbah ke tegalan Supani (40), warga desa setempat, yang disewanya.
Limbah tinja tersebut ditengarai mencemari lingkungan karena baunya menyengat dan masuk ke perkampungan setempat.
Selain itu, juga ditengarai telah mencemari sungai setempat karena tak dikelola dengan baik.
Pembungan limbah itu hanya dibuatkan galian tanah sedalam 3 meter dengan luas 3 x 5 m2.
Karena tempatnya terlalu kecil ditengarai tak mampu menampungnya sehingga diam-diam dialirkan ke sungai.
Sebab setiap hari itu, mereka membuang limbah dari Kediri itu dua truk.
"Selama ini sudah diperingatkan warga, agar jangan membuang limbah di sini. Meski itu sudah dibuatkan kubangan di tegalan yang disewanya namun hal itu tetap mencemari lingkungan. Sebab, yang dibuang adalah liimbah tinja. Namun, kedua sopir itu tak mengubrisnya dan tetap membuangnya dengan diam-diam pada malam hari," kata Agung Suroso (30), warga desa setempat, Jumat (15/3/2013).
Akibatnya, warga menyanggongnya. Begitu diketahui ada dua truk tangki memuat limbah melintas di dekat balai desa dan sedang menuju ke arah lokasi pembungan, warga ramai-ramai mencegatnya.
Tanpa dikomando, warga langsung mengamuk. Truk itu
langsung dilempari batu. Akibatnya, kedua sopirnya ketakutan dan lari menyelamatkan diri ke balai desa.
Beruntung, malam itu petugas Polsek Ponggok dengan cepat tiba di TKP akibatnya aksi main hakim sendiri itu bisa diatasi. Khawatir dibakar massa, truk itu malam itu langsung diamankan ke polsek.
Endik Mujirianto, Kades Jatilengger, mengatakan, pihaknya akan mengambil jalan tengah, agar masalah ini jangan sampai berbuntut panjang.
Caranya, ia akan meminta pemilik truk itu jangan sampai membuang kembali limbah tinja itu di tegalan yang disewanya tersebut.
"Warga juga minta agar limbah yang sudah terlanjur dibuang di
tempat itu segera dibersihkan kembali," ungkapnya.
AKP Tamim Anwar, Kapolsek Ponggok mengatakan, kedua bela pihak sudah dipertemukan di balai desa, Jumat (15/3). Hasilnya, pemilik truk sudah bisa menerima tuntutan warga untuk tak membuang limbahnya ke Desa Jatilengger.
"Soal kerusakan truk itu, pemiliknya tak menuntut dan siap memperbaiki sendiri," paparnya.
Lahuri mengaku tak tahu apa-apa soal pembungan limbah tersebut. Ia hanya dibayar Rp 25 ribu per truk.