Selasa, 28 April 2026

Pemkab Bogor Kembangkan Parung Jadi Sentra Ekonomi dan Kuliner Terpadu

kawasan Parung memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih terstruktur. Salah satu fokus utama adalah pembangunan pasar ikan terintegrasi

Tayang:
Editor: Content Writer
Dok. Pemkab Bogor
Bupati Bogor Rudy Susmanto saat memimpin rapat koordinasi di Pendopo Bupati Bogor, Senin (27/4/2026). Rudy siapkan Parung jadi pusat ekonomi baru terintegrasi dengan pasar modern, kuliner, dan transportasi. 

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto menyiapkan transformasi kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru yang modern dan terintegrasi.

Rencana tersebut mencakup penggabungan fungsi perdagangan, kuliner, hingga transportasi dalam satu kawasan yang tertata dan representatif.

“Konsepnya bukan hanya pasar biasa. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman,” ujar Rudy saat memimpin rapat koordinasi di Pendopo Bupati Bogor, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, kawasan Parung memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih terstruktur. Salah satu fokus utama adalah pembangunan pasar ikan terintegrasi yang juga dilengkapi pusat layanan masyarakat dan area kuliner.

Selain itu, kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti area parkir terpadu (park and ride) dan shelter angkutan umum guna mengatasi kemacetan akibat angkutan yang kerap berhenti di badan jalan.

Pemkab Bogor juga telah menyiapkan dua lahan strategis, masing-masing seluas sekitar 7.000 meter persegi sebagai pusat utama kegiatan ekonomi, serta lahan sekitar 2 hektare untuk pengembangan kawasan pendukung, termasuk akses transportasi.

Rudy menegaskan, pengembangan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Baca juga: Rudy Susmanto Jadikan CFD Tegar Beriman Penggerak Ekonomi dan Sosial Masyarakat

“Kita tidak ingin lahan milik pemerintah hanya diam. Lebih baik kita kerjasamakan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Bogor membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui berbagai skema, seperti sewa hingga Kerja Sama Operasi (KSO), dengan dukungan kemudahan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa penataan wilayah dilakukan secara bertahap, dari Cibinong ke Parung sebagai kawasan strategis berikutnya.

“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, penataan juga mencakup optimalisasi aset lama seperti terminal yang akan diaktifkan kembali dan diintegrasikan dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan untuk mempermudah mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, Perumda Pasar Tohaga telah menyiapkan langkah teknis penataan, termasuk relokasi sekitar 700 pedagang ke dalam area pasar.

Pengembangan kawasan Parung juga ditargetkan menjadi sentra ikan hias yang mampu bersaing di tingkat regional, bahkan Asia Tenggara, dengan dukungan infrastruktur pasar yang bersih, tertata, dan akses parkir yang memadai.

Dengan konsep terintegrasi, kawasan Parung diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus ruang publik yang nyaman dan modern bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Baca juga: Pemkab Bogor Sukses Bangun 156,44 Hektare Hutan Kota dengan 45.152 Pohon dalam 4 Bulan

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved