Seleksi CPNS

Stroke Tak Halangi Latifah Ikut Tes CPNS: Cuma Satu Soal Matematika yang Tak Terjawab

Latifah Husein (50) pantang menyerah meski tubuhnya tak maksimal mengerjakan soal ujian calon pegawai negeri sipil

Stroke Tak Halangi Latifah Ikut Tes CPNS: Cuma Satu Soal Matematika yang Tak Terjawab
SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA
Ribuan peserta mengikuti ujian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (11/3). Formasi CPNS yang akan diterima Pemerintah Aceh tahun ini berjumlah 193 orang. SERAMBI/BUDI FATRIA 

Laporan Wartawan Surya,  Iksan Fauzi

TRIBUNNEWS.COM, BATU -  Latifah Husein (50) pantang menyerah meski tubuhnya tak maksimal mengerjakan soal ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari kategori honorer K2 di Kota Batu, Minggu (3/11/2013). Duduk di kursi roda dengan tangan kiri tak bisa digerakkan, Latifah masih semangat mengerjakan soal.

Keterbatasan tubuh Latifah ini membuatnya membutuhkan seorang pendamping untuk membacakan soal. Salah satu panitia pun dengan sabar menemaninya sepanjang waktu yang tersedia. Sedang latifah berusaha sekuat tenaga untuk mengarsir jawaban di lembar jawaban.

“Tadi maunya minta tolong diarsirkan jawabannya, tapi karena tidak boleh ya saya arsir sendiri,” kata Latifah dengan nada semangat.

Dari 180 soal ujian dasar, perempuan yang sudah memiliki anak satu ini tidak menjawab satu soal matematika. Ia mengaku kehabisan waktu mengerjakan, namun untuk soal lainnya dianggapnya tidak begitu sulit.   

“Ada satu soal matematika belum saya jawab, kehabisan waktu,” ujarnya sembari menebar senyum kecil.

Keinginannya ikut tes CPNS ini sebenarnya bukan datang dari pribadinya sendiri, mengingat umurnya yang sudah setengah abad. Namun, dorongan dari pihak SMP Muhammadiyah membuatnya luluh untuk mengikutinya.

Latifah adalah peserta tes CPNS dari kategori guru honorer. Ia sudah menjadi guru matematika di SMP Muhammadiyah 8 di Jl Welirang Kota Batu usai lulus kuliah dari Universitas Muhammadiyah tahun 1986. Sekarang, Latifah mengajar matematika kelas III SMP.

Nasib kurang bagus ia alami pada tahun 1988. Ia harus berada di kursi roda hingga saat ini. Tahun 1995, Latifah mengalami stroke. Setahun kemudian, ia melahirkan Helmi. Namun, suaminya meninggalkannya ketika Helmi berumur delapan bulan. Latifah pun membesarkan sendiri anaknya itu.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved