Rabu, 8 April 2026

Persediaan Air dari Embung Sungai Bilal Cukup Untuk 10 Hari

Selama delapan hari pelanggan tak mendapatkan pelayanan, karena bahan baku di Embung Sungai Bilal sempat kosong.

Editor: Budi Prasetyo
Tribun Kaltim/ Niko Ruru
Embung Sungai Bilal dalam kondisi kering 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM.NUNUKAN,- Hujan yang mengguyur Pulau Nunukan beberapa hari ini, membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kembali melayani sekitar 2.500 pelanggan yang mengandalkan pasokan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Bilal.

Sebelumnya, selama delapan hari pelanggan tak mendapatkan pelayanan, karena bahan baku di Embung Sungai Bilal sempat kosong.

Kepala Bagian Administrasi PDAM Nunukan Suparlan Kasmin mengatakan, meskipun intensitas hujan tidak tinggi dalam beberapa hari ini, namun Embung Sungai Bilal telah menampung 28.000 hingga 30.000 meter kubik air.

“Nah kalau kita produksi dengan kapastias 30 liter perdetik, menghasilkan 2.500 meter kubik perhari, berarti 10 hari kedepan kosong lagi kalau tanpa hujan” ujarnya, Kamis (17/4/2014)

Jika nantinya air embung kembali kosong, pihaknya tidak bisa memberikan solusi apapun kepada pelanggan selain menghentikan produksi.

“Stop lagi produksi kalau embungnya kering kerontang,” ujarnya.

Ia mengatakan, tanpa hujan, air yang masuk ke Embung Sungai Bilal hanya 5-10 liter perdetik. “Jadi sangat riskan untuk jangka panjangnya,” ujarnya.

Dulunya embung yang mampu menampung hingga 135.000 meter kubik air itu punya sumber air yang besar. Saat itu, hulu sungai di Hutan Lindung Pulau Nunukan masih cukup bagus.

Namun begitu terjadi perambahan, munculnya pemukiman disertai dengan penanaman kelapa sawit yang semakin meluas di Pulau Nunukan, debit air yang masuk ke embung juga terus berkurang.

“Kalau menurut saya penyebabnya salah satunya itu, sehingga Embung Sungai Bilal itu sekarang sangat tergantung kepada tampungan air hujan saja,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan kapasitas air yang hanya mencapai 135.000 meter kubik, sebenarnya dalam waktu sebulan tanpa hujan embung sudah kering.

“Kalau kapasitas kami dengan pompa yang terdahulu, 40 liter perdetik dan bisa menghasilkan 4.000-4.500 meter kubik, sebulan pun habis kalau tidak ada hujan,” katanya.

Saat ini PDAM Nunukan berupaya mengoptimalkan produksi dari minimnya air hujan yang tertampung di Embung Sungai Bilal.

“Mereka sudah optimalkan dan kemarin mulai jam 12 siang sudah kita operasionalkan. Karena sempat  tidak mengalir, sementara untuk mengisi kekosongan pipa air kami. Kemarin sore di  Sungai Bilal bagian bawah sudah mengalir. Pembangunan sebagian sudah mengalir, Tanjung pantai sudah mengalir juga,” katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Tags
Nunukan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved