Persediaan Air dari Embung Sungai Bilal Cukup Untuk 10 Hari
Selama delapan hari pelanggan tak mendapatkan pelayanan, karena bahan baku di Embung Sungai Bilal sempat kosong.
Berbeda dengan Embung Sungai Bilal, ketersediaan air baku di Embung Sungai Bolong dan Embung Persemaian masih cukup untuk melayani pelanggan.
Suparlan mengatakan, dua embung tersebut memiliki tampungan yang lebih besar dengan jumlah pelanggan yang tidak terlalu banyak. Selain itu operasional hanya 12 jam sehari atau separuh dari operasional IPA Sungai Bilal.
\IPA Sungai Bilal melayani 2.500 pelanggan, IPA Pasir Putih melayani 1.511 pelanggan sementara sekitar 400 pelanggan terlayani dari IPA Persemaian.
“Kita 4.437 pelanggan semuanya di Pulau Nunukan. Sungai Bilal saja yang terhambat. Yang dua masih operasional embungnya,” ujarnya.
Kedepan, ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Nunukan memperhatikan kelestarian lingkungan terutama di kawasan tangkapan air yang berbatasan dengan hulu Sungai Bilal.
“Kalau bisa kedepannya dihijaukan kembali. Kalaupun ada warga yang bermukim di sana bisa direlokasi. Sehingga ketersediaan air bersih di Pulau Nunukan yang luasnya 23.000 hektare ini bisa tercukupi,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140417_160734_embung-sungai-bilal.jpg)