Kamis, 16 April 2026

Jelang Agustusan, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Pesanan

"Setiap Agustusan, pesanan lampion meningkat 30 persen sampai 40 persen," kata Ahmad Samsudin, Kamis (7/8/2014).

Surya/ Samsul Hadi
Khasan sedang menggarap pesanan lampion di rumahnya, di Jl Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Perajin lampion mulai kebanjiran pesanan menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia.
Pesanan lampion meningkat 30 persen sampai 40 persen pada perayaan Agustusan ini.

Seperti yang terlihat di kerajinan lampion Cempaka Lampion di Jl Juanda Gang V Kelurahan Jodipan, Kelurahan Blimbing, Kota Malang.

Sejak Senin (4/8/2014) lalu, perajin lampion tersebut mulai kuwalahan menggarap pesanan.

Pemilik Cempaka Lampion, Ahmad Samsudin mengatakan, setelah lebaran sudah ada 700 pesanan lampion yang masuk ke tempatnya.

Pesanan lampion datang dari Surabaya dan Jakarta. Sebagian lagi pesanan datang dari Kota Malang.

"Setiap Agustusan, pesanan lampion meningkat 30 persen sampai 40 persen," kata Ahmad Samsudin, Kamis (7/8/2014).

Dikatakannya, jika bulan biasa, pesanan lampion di tempatnya mencapai 1.000 lampion per bulan. Pada Agustus ini, ia memperkirakan pesanan lampion bisa tembus 1.500 lampion sampai 2.000 lampion per bulan.

"Agustus tahun lalu, saya menggarap pesanan 2.000 lampion. Tahun ini mungkin jumlahnya tak jauh beda," ujarnya.

Untuk perayaan Agustusan, kata Ahmad, pesanan lampion yang banyak berukuran kecil dengan model merah putih.
Ukuran lampion kecil tersebut berdiameter 25 sentimeter dengan harga Rp 25.000 per unit.

"Agustusan paling banyak pesanan lampion kecil. Kalau imlek ada juga pesanan lampion besar," katanya.

Perajin lain, Khasan mengatakan untuk mengejar target setiap hari harus membuat sekitar 200 unit lampion.

Ia memperkerjakan sebanyak sembilan orang untuk mengarap lampion tersebut.

"Sebagian ada yang dikerjakan di rumah mereka masing-masing," ujarnya.

Dikatakannya, pesanan lampion selalu meningkat tiap perayaan Imlek, perayaan kemerdekaan, dan Hari Raya Idul Adha.

Pada momen itu, ia bisa menggarap pesanan sampai 2.000 lampion.

"Puasa kemarin sepi, tapi tetap ada garapan," katanya.

Caption : Khasan sedang menggarap pesanan lampion di rumahnya, di Jl Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved