Rabu, 15 April 2026

Kurang Air, Petani Terpaksa Panen Dini Tanaman Kangkung Taiwan

“Selain panen dini, kita juga membiarkan pipa plastik yang semula dipakai untuk mengalirkan air dari waduk,”ungkap Buchori Muslim, petani Tikung, Sela

(Warta Kota/Ichwan Chasani)
Warga memindahkan ratusan ikat sayur kangkung alami dari gerobak ke mobil pick up milik pengepul. Kangkung alami itu mereka petik dari sawah dan rawa-rawa yang terendam banjir. Banjir menjadi berkah bagi sebagian warga Kampung Pendayakan RT9/4, Desa Muara Bakti itu. 

Tanaman ini semula diharapkan para petani akan memberikan angin segar dengan harga yang sebelumnya pernah mereka rasakan.

Namun musim ini benar – benar membuat petani terpuruk dan harus melakukan panen dini sebelum mengalami kerugian yang jauh lebih besar.

Untuk satu hektar lahan membutuhkan sepuluh kilogram bibit kangkung Taiwan. Bibit kangkung disuplay dari Taiwan dibeli petani seharga Rp 10 ribu perkilogram.

Sementara Mawanah, petani kangkung lainnya mengungkapnya, petani berharap pemerintah daerah memberikan solusi terkait sumber air sebagai kebutuhan lahan pertanian.
Pasalnya, petani setempat hanya mengandalkan suplay air dari waduk tadah hujan disaat musim kemarau.

Jika tidak ada perhatian dari pemerintah daerah, dipastikan petani akan mengalami kerugian yang jauh lebih besar lagi.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Tags
kangkung
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved