Kurang Air, Petani Terpaksa Panen Dini Tanaman Kangkung Taiwan
“Selain panen dini, kita juga membiarkan pipa plastik yang semula dipakai untuk mengalirkan air dari waduk,”ungkap Buchori Muslim, petani Tikung, Sela
Tanaman ini semula diharapkan para petani akan memberikan angin segar dengan harga yang sebelumnya pernah mereka rasakan.
Namun musim ini benar – benar membuat petani terpuruk dan harus melakukan panen dini sebelum mengalami kerugian yang jauh lebih besar.
Untuk satu hektar lahan membutuhkan sepuluh kilogram bibit kangkung Taiwan. Bibit kangkung disuplay dari Taiwan dibeli petani seharga Rp 10 ribu perkilogram.
Sementara Mawanah, petani kangkung lainnya mengungkapnya, petani berharap pemerintah daerah memberikan solusi terkait sumber air sebagai kebutuhan lahan pertanian.
Pasalnya, petani setempat hanya mengandalkan suplay air dari waduk tadah hujan disaat musim kemarau.
Jika tidak ada perhatian dari pemerintah daerah, dipastikan petani akan mengalami kerugian yang jauh lebih besar lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140210_074424_warga-memindahkan-ratusan-ikat-tanaman-kangkung.jpg)