Tiga Desa di Kaki Sinabung Lenyap
Bahkan erupsi yang terjadi 15 September 2013 hingga saat ini, belum apa-apa dibanding letusan tahun 800
Editor:
Hendra Gunawan
Gunung Sinabung sejak meletus tahun 2010 belum turun status hingga normal, hanya sampai level waspada, kemudian meletus lagi September 2013.
Armen menyebut perbedaan "wajah" Sinabung dulu dan kini, pada posturnya. Sebelum letusan tahun 2014, tidak terdapat lidah lava.
"Kalau dulu lidah lava nya itu tidak ada. Jadi perubahannya sekarang Sinabung sudah ada lidah lava yang baru terbentuk 2014. Lidah lava panjangnya saat ini sudah mencapai 2,9 km dari puncak dengan lebar sekitar 1,5 km. Lidah lava ini bukaannya mengarah ke empat desa yang berada di luar radius 3 km. Makanya tetap dianjurkan tidak dikembalikan sampai status gunung normal."
Dijelaskannya, lidah lava terbentuk karena keluarnya magma dari dalam perut gunung, mengalir terus ke bawah disertai material sehingga membentuk gundukan.
"Lidah lava tidak berpotensi menjadi gunung baru, tapi kalau terus terjadi guguran maka akan berpotensi lahar."
Armen juga memperkirakan puncak Sinabung juga terjadi perubahan.
"Kalau dulu di puncak ada seperti kawah, kemungkinan besar sekarang kawah itu sudah diisi lava. Dan, kawahnya kalau dulu satu, sekarang mungkin sudah ada tiga sampai empat. Kawah-kawah baru ini panjangnya sekitar 500 meter, posisinya ada yang di bagian leher gunung, tapi tidak jahu dari puncak," ujarnya. (tim)