Minggu, 25 Januari 2026

AirAsia Hilang Kontak

Basarnas: Rescuer Sempat Pegang Jenazah Tapi Lepas Lagi

"Ketinggian gelombang dua sampai tiga meter. Akhirnya rescuer kami tidak bisa memegang jenazah tersebut. Dia sudah pegang tapi lepas lagi."

Penulis: Dany Permana
Editor: Y Gustaman
AFP/BAY ISMOYO
Foto pandangan udara diambil saat pencarian dan penyelamatan di sekitar Laut Jawa dekat dengan Selat Karimata yang menunjukkan serpihan yang diduga dari bagian pesawat AirAsia QZ8501, Selasa (30/12/2014). Serpihan menyerupai slide darurat , pintu pesawat , dan benda-benda lain terlihat selama pencarian udara. AFP PHOTO / Bay Ismoyo 

Laporan Langsung dari Lokasi Peristiwa 

TRIBUNNEWS.COM, PANGKALAN BUN - Tim rescuer Badan SAR Nasional berhasil mendapatkan mayat mengambang diduga penumpang AirAsia QZ8501 tujuan Singapura dari Surabaya. Mayat yang teridentifikasi warga negara asing itu sempat  dipegang tapi terlepas.

"Ketinggian gelombang dua sampai tiga meter. Akhirnya rescuer kami tidak bisa memegang jenazah tersebut. Dia sudah pegang tapi lepas lagi. Dia pegang lepas lagi. Inilah masalahnya sehingga kami tidak bisa membawa bukti," ujar Dirops Basarnas Supriyadi di Pangkalan Bun, Selasa (30/12/2014).

Supriyadi memastikan di lokasi dekat penemuan tiga mayat, ada serpihan-serpihan yang terapung berupa pelampung berwarna oranye. Kemudian ada pecahan-pecahan dari kepingan main body dari pesawat AirAsia. "Tapi belum kita yakini karena pecahannya kecil," imbuhnya.

Supriyadi menambahkan, rescuer Basarnas sempat ke kiri dan ke kanan. Dengan kondisi ombak setinggi dua sampai tiga meter, rescuer yang menggunakan pesawat langsung mendekatkan diri ke KRI Bung Tomo agar mendekat ke lokasi penemuan mayat. (Dany Permana)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved