Kisah Bripka Anton Mengawal Hendi Pemenggal Istri
Inilah yang dialami oleh para personel kepolisian dari Polres Sarolangun, Jambi. Diantaranya Bripka Anton Purwanto
Ada kisah pilu lain dibalik kasus pembunuhan sadis yang dilakukan Hendi. Dimana, aksi pelaku ini ternyata dilihat langsung oleh anak ke empatnya, yang yang masih berusia 12 tahun.
"Dari informasi warga, anak perempuannya ini yang ngasi tahu warga. Dia lari ngasi tau warga, karna bisa kemungkinan kalau dia dak lari, dia di hajar bapaknya juga,"tutur Bripka Anton. Akibat peristiwa itu, anak korban mengalami trauma berat.
Terpisah, Kapolsek Pauh AKP Darmawan saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (20/2) malam mengatakan pihaknya memang menugaskan sudah menugaskan Bripka Anton untuk membantu pihak rumah sakit selama proses observasi terhadap tersangka Hendri. Alasannya tersangka mau menurut kepada Bripda Anton.
"Kita ssudah tugaskan anggota kita berjaga disana. Tapi tidak 24 jam. Hanya pada waktu tertentu, seperti pada waktu tersangka akan mandi, atau pada waktu lain saat petugas RSJ melakukan pemeriksaan. Didampingi supaya tidak terjadi hal tidak di inginkan,"katanya via sambungan selular.
Upaya pemeriksaan kejiwaan ini diakui kapolsek pauh. Lantaran, saat dilakukan BAP, tersangka menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai seperti yang ditanyakan. "Dia kadang konek, dan kadang tidak. Dan ternyata dari informasi pak kades, keluarga dan para tetangganya Hendri ini memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Dia dulu pernah tertimpa dahan kayu dikepala hingga luka. Semenjak itu, dia sering mengeluh sakit kepala. Dan kalau kambuh dia sering ngamung mau membunuh orang,"kata kapolsek. AKP Darmawan juga membenarkan. Bahwa aksi pelaku sempat dipergoki anak perempuan korban.
"Pada saat menebas pertama dan kedua dia nengok. Dan waktu di gorok, dia lari minta bantuan warga. Dan karna kejadian itu anaknya trauma,"tutur Kapolsek Pauh.
Sementara itu Kapolres Sarolangun AKBP Ridho Hartawan melalui Kapolsek Pauh AKP Darmawan mengatakan, sejak tiba di RSJ Jambi Rabu (18/2) lalu. Hendi telah mendapat kawalan dari petugas kepolsian, yakni Polsek Pauh.
"Termasuk ketika dia jalani pemeriksaan psikiater di RSJ Jambi, terus kita kawal. Cuma kan gak ada waktu tertentu, misal mau mandi atau buang air. Dikawal petugas kita," ujarnya.
Berbeda mungkin dengan tahanan lain, pengawalannya tidak seketat Hendi. Karena palaku cukup sadis ketika membunuh istrinya sendiri Riska (37), tidak cukup membunuh saja. Dikatakannya, pasca menggorok leher istrinya pelaku menenteng kepala korban ke desa sebelah, yang berjarak sekitar 10 KM.
"Kita khawatir kalau dia (Hendi,red) lari, ganggu aktivitas di RSJ," katanya. Sehingga pihaknya mengambil langkah, terus mengawal selama pelaku menjalani pemeriksaan di sana. Ia mengatakan, selama di RSJ Jambi pun pelaku ditempatkan disel juga, dan diborgol. (dedynurdin/komarrudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bripka-anton-purwanto_20150221_195124.jpg)