Breaking News:

Ditanya Transaksi Rp 16 Miliar, Rektor USU: '100 Persen Nggak Ada'

Oleh sebab itu, menurutnya adanya pemberitaan transaksi Rp 16 miliar itu tidak benar.

Penulis: Jefri Susetio
Editor: Wahid Nurdin
TRIBUN MEDAN/JEFRI SUSETIO
Raktor USU Runtung Sitepu (paling kanan) foto bersama kerabatnya di Gedung Rektorat, Kamis (28/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN  -  Rektor Universitas Sumatera Utara terpilih, Prof Runtung Sitepu membantah adanya transaksi Rp 16 miliar dari kelompok pemenangannya kepada Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia.

"100 persen enggak ada transaksi itu, seluruh harta mulai dari kampung dan yang ada di Kota Medan enggak ada satu miliar. Apalagi, aku cuma seorang dosen dan pernah menjabat sebagai dekan," katanya di Gedung Rektorat USU, Kamis (28/1/2016).

Dia menambahkan, gaji sebagai dekan tidak memungkinkan memiliki aset dan uang di atas satu miliar rupiah.

Oleh sebab itu, menurutnya adanya pemberitaan transaksi Rp 16 miliar itu tidak benar.

"Aku cuma dekan, darimana uangku sampai punya 16 miliar (rupiah). Mana mungkin, enggak betul informasi itu, sangat tak benar," ujarnya.

Sebelumnya, Majelis Wali Amanah (MWA) dikabarkan tidak puas dengan sikap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir yang mengutus pejabat Eselon I di kementerian tersebut, menggantikan saat pemilihan Rektor Unerversitas Sumatera Utara (USU), pekan lalu.

“Menteri satu tahun yang lalu sudah membentuk tim evaluasi dan pengawasan masalah yang menimpa USU selama kurun waktu 18 tahun lebih. Itulah yang menyemangati Todung Mulya Lubis mau menjadi Ketua MWA. Atas dasar itu, Todung satu jam sebelum pemilihan sudah menginfokan menteri sudah lari dari komitmen,” tegas Sekjen Seknas Jokowi, Osmar Tanjung melalui siaran pers Selasa (25/1/2016) malam.

Osmar bilang, ada transaksi yang dilakukan dalam pemilihan Rektor USU, pekan lalu.

Bahkan, isu yang berkembang, transaksi untuk pemilihan Rektor USU tersebut nilainya sungguh fantastis, yaitu Rp16 miliar.

“Dugaan transaksi tersebut dilakukan di Singapura,” ujar Osmar.(*)

Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved