Kamis, 21 Mei 2026

Kasus Siyono

Kakak dan Ayah Siyono Dipanggil Polisi Setelah Ada Pengumuman Hasil Otopsi

Sehari setelah pengumuman hasil autopsi jenazah Siyono di Jakarta, dua anggota keluarga warga Desa Pogung itu dipanggil polisi.

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas (kedua kiri), Ketua tim dokter forensik dr Gatot Suharto SpF (kiri) serta dua Komisioner Komnas HAM Siane Indriani (kedua kanan) dan Hafid Abbas menunjukkan foto autopsi jenazah terduga teroris asal Klaten, Siyono di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (11/4/2016). Hasil autopsi diantaranya yaitu sebelumnya belum pernah dilakukan autopsi terhadap jenazah dan kematian Siyono disebabkan benda tumpul yang dibenturkan ke bagian rongga dada hingga membuat tulang dada patah ke arah jantung. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Lanjut Bambang, pihaknya mendapatkan mandat dari Muhammadiyah selaku kuasa hukum.

"Menurut kami kaitan keluarga dengan permasalahan hukum sudah selesai. Jadi kalau misalnya keluarga dibawa-bawa lagi akan berpengaruh terhadap psikis mereka. Jadi kami disini juga untuk mendampingi kakak dan ayahnya yang dipanggil pihak kepolisian," tuturnya.

Ia menegaskan, upaya Muhammadiyah untuk membela Siyono bukannya bentuk dukungan terhadap tindakan terorisme, sebagaimana yang diduga dilakukan almarhum.

Namun demikian hal ini merupakan komitmen dari Muhammadiyah untuk membongkar kasus ini secara terang benderang.

"Muhammadiyah sendiri anti terhadap terorisme, jadi salah kalau ada anggapan Muhammadiyah membela teroris. Kami tak ingin kasus seperti ini terjadi lagi. Selain itu pemberantasan terorisme tak diberantas dengan aksi teror balasan," kata dia.

Disamping BKBH Universitas Muhammadiyah Surakarta, ada pula tim dari Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang turut hadir di rumah Siyono, siang itu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved