Jumat, 22 Mei 2026

Mayat Wanita Asal Serang Ditemukan Tergantung di Pohon Melinjo, Hasil Autopsi Temukan Kejanggalan

Babay, janda berusia 41 ditemukan tewas tergantung di pohon melinjo yang berada di kebun warga Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Serang

Tayang:
Penulis: Adi Suhendi
TribunBanten.com
PENEMUAN MAYAT - Tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat perempuan tergantung di sebuah pohon melinjo sekitar pukul 17.00 WIB di Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, pada Senin (18/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Keluarga meyakini bila korban meninggal akibat dibunuh
  • Tubuh korban mengalami banyak luka serta posisi kakinya masih menapak ke tanah
  • Tim forensik meragukan kematian koran akibat bunuh diri

TRIBUNNEWS.COM, SERANG - Babay, janda berusia 41 ditemukan tewas tergantung di pohon melinjo yang berada di kebun warga Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Korban pertama kali ditemukan warga berinisial RN (50) setelah mendapat informasi dari anak-anak yang bermain di sekitar lokasi pada Senin (18/5/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

Keluarga meyakini bila korban meninggal akibat dibunuh.

Meskipun saat ditemukan kondisinya tergantung, ada sejumlah kejanggalan, di antaranya tubuh korban mengalami banyak luka serta posisi kakinya masih menapak ke tanah.

Korban diketahui merupakan warga Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kota Serang. Sebelum ditemukan tewas, korban sejak Senin (11/5/2026) tak ada kabar.

Korban pun diketahui sudah memiliki dua orang anak.

‎Warga setempat, Hafis Arafi mengatakan awal penemuan korban bermula warga sedang menggembala kambing di lokasi kejadian.

Baca juga: Pembunuhan Mertua di Mojokerto, Istri Pelaku masih Dirawat, Polisi Berikan Pendampingan Psikologis

Kemudian mendapat kabar ada penemuan mayat perempuan tergantung di pohon. 

Ia mengatakan saat ditemukan kondisi korban sudah membengkak

" Sudah ngebengkak wajahnya, pudar gitulah, bau bangkai. Terikat tali," ucap Hafis dilansir dari Tribunbanten.com, Kamis (21/5/2026).

‎Namun menurutnya, posisi tubuh korban dinilai janggal jika peristiwa itu gantung diri.

Baca juga: Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan Ustadzah di Banjarbaru: Terdesak Biaya Sekolah Anak

‎"Kalau misalnya bunuh diri itu kakinya enggak nepak ke tanah, ini kakinya nepak ke tanah. Jadi kayak bukan bunuh diri, bukan gantung diri, kayak dibunuh sama orang," ujarnya.

‎"Kelihatannya kayak pakai cadar gitu, ditutupin pakai kerudung ternyata," tambah Nafis.

Kejanggalan di Balik Kematian Korban

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten, korban diduga tewas lebih dari empat hari sebelum ditemukan warga.

Hal tersebut diketahui dari ciri tubuh korban yang sudah mulai membusuk dan mengeluarkan cairan berwarna hitam pekat.

Hasil autopsi menunjukkan perempuan yang ditemukan tewas tergantung di pohon melinjo mengalami sejumlah luka sebelum meninggal. 

Temuan dokter forensik meragukan dugaan korban mengakhiri hidupnya sendiri.

‎Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Banten, Donald Rinaldi mengatakan tim autopsi menemukan luka robek di pelipis kanan korban serta memar di beberapa bagian tubuh.

‎“Ada luka robek di wajah, di pelipis kanan, sama ada memar. Terus di leher, sebagian dagingnya sudah hilang karena pembusukan, tapi masih terlihat jejak jeratan di sisi belakang dan kanan leher,” kata Donald, Kamis (21/5/2026).

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved