Kamis, 16 April 2026

Dengarkan Musik Melalui Headset Smartphone di Bantalan Rel KA, Nyawa Pendi Nyaris Melayang

Pendi pun tidak sempat menutup palang kereta api dan untungnya pengguna jalan yang akan melitasi rel berhenti saat mendengar bunyi klakson KA

Editor: Eko Sutriyanto

Laporan Wartawan Surya Imam Taufiq

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR -  Nyawa Pendi (19) nyaris melayang akibat tersambar kereta api jalan raya jurusan Malang-Blitar atau tepatnya, di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, tersambar KA, Jumat (8/7) siang.

Ia  mendengarkan lagu dari headset telepon selulernya, sambil duduk di bantalan rel, sehingga tak mengetahui kalau ada KA melaju ke arahnya.

Beruntung penjaga palang pintu perlintasan Kereta Api (KA) selamat meski mengalami luka parah di sekujur tubuhnya.

"Meski mengalami luka parah namun korban selamat dan saat ini dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Untungnya, saat kejadian itu, korban dengan cepat ditolong warga," kata AKP Hartomo, Kapolsek Kesamben, Jumat (8/7/2016).

Menurutnya, kejadian itu berlangsung pukul 09.55 WIB. Saat itu, korban yang asal Dusun Brongkos, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben itu sedang piket sendirian.

Di saat piket itu, ia yang masih magang tidak bertugas di dalam posnya, melainkan asyik mendengarkan musik dari telepon selulernya, dengan duduk di bantalan rel.

Bersamaan itu, ada KA Malioboro, jurusan Malang-Yogjakarta sedang melintas ke arahnya sehingga korban tak terdengar karena telinganya tertutup headset. Akibatnya, saat KA penumpang itu melintas di posnya, korban langsung terserempet.

"Saat ditolong warga sehabis mengalami kecelakaan itu, haeadset-nya masih menempel di telinganya. Bahkan, lagu yang didengarkannya masih berbunyi di telepon selulernya, yang lepas dari tangannya," paparnya.

Untungnya, tak ada korban lainnya, meski palang pintu KA itu tak tertutup saat KA itu melintas.

Padahal siang itu, kendaraan bermotor lagi padat melintas di TKP tersebut.

"Meski palang pintunya tak ditutup, namun para pengendara kendaraan bermotor langsung sigap dan berhenti karena mendengar suara klakson KA. Sementara, korban sendiri tak terdengar suara klakson KA atau aba-aba lainnya, karena telinganya tertutup headset," ujarnya.

Ditambahkan kapolsek, korban selamat itu karena sempat menyelamatkan diri ketika KA sudah di dekatnya. Yakni, sempat melompat, namun tubuhnya masih tersambar KA, hingga terpental tujuh meter.

"Untungnya, korban punya respon dan masih sempat melompat," pungkasnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved