Jumat, 8 Mei 2026

Kisah Arifin, Kepala Desa Bantilang Berpenghasilan Rp 1,4 Miliar Per Tahun

Kepala Desa Bantilang, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Arifin berpenghasilan Rp 1,4 miliar per tahun.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Tribun Timur/Ivan Ismar
Kepala Desa Bantilang, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Arifin berpenghasilan Rp 1,4 miliar per tahun. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ivan Ismar

TRIBUNNEWS.COM, TOWUTI - Kepala Desa Bantilang, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Arifin berpenghasilan Rp 1,4 miliar per tahun.

Penghasilan tersebut bisa dikatakan fantastis untuk label jabatan kepala desa di Sulawesi Selatan bahkan di Indonesia.

Penghasilan yang diperoleh sebanyak itu, bukan berasal dari gaji sebagai kepala desa melainkan bersumber dari hasil panen perkebunan merica yang dimilikinya.

Hitung-hitung, Arifin memiliki lahan merica seluas 21 hektare dengan jumlah pohon merica mencapai 16 ribu pohon.

Setiap 1 hektare memiliki sekitar 1.600 pohon merica. Per pohon mampu menghasilkan merica seberat 2 kilogram setiap satu musim panen.

"Permusim penghasilan bersih, Alhamdulillah diperoleh Rp 1,4 miliar. Diluar gaji karyawan dan pupuk mencapai ratusan juta," kata Arifin yang memiliki 40 pekerja kepada TribunLutim.com (Tribunnews.com Network), disela meninjau kebun merica miliknya di Desa Bantilang, Minggu (7/8/2016).

Hitungan sederhananya, setiap hektare atau 1.600 pohon menghasilkan 3,6 ton merica per tahun. Harga merica saat ini mencapai Rp 135 ribu.

Menurut Arifin, luas lahan 21 hektare belum seluruhnya memiliki pohon merica produktif, banyak di antaranya belum bisa dipanen.

Merica produktif yang dimaksud, kata Arifin adalah merica yang ditanam pada tahun 2007 atau berumur 9 tahun.

Arifin juga mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) yang mewajibkan setiap warga menanam merica sejak tahun 2007 silam. Tidak heran jika di desa ini, setiap warganya punya kebun merica.

Selain Arifin, petani merica yang tergolong sukses di Desa Bantilang yakni, Masdin memiliki sekitar 10.000 pohon dengan luas lahan 5 hektare, dengan hasil panen 14 ton pertahun.

"Saya punya 12 karyawan tetap, kalau situasi mendesak pada panen berlangsung, kita pekerjakan 40 orang langsung," kata petani merica Desa Bantilang, Masdin kepada TribunLutim.com, Minggu (7/8/2016).

Lokasi kebun merica di Desa Bantilang berada di daerah perbukitan Gunung Masokkoran dan Batu Putih Danau Towuti.

Ada lima desa di Kecamatan Towuti menjadi lumbung penghasil merica terbesar di Luwu Timur, yaitu Desa Bantilang, Masiku, Tokalimbo, Ranteangin dan Loeha.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved