Nadia, Perempuan Cantik Ini Ditemukan Tidak Bernyawa di Kamar Kos
Petugas Palang Merah Indonesia Samarinda dibantu relawanmengevakuasi jenazah Nadia dibawa ke ruang Mortuari RSUD Abdul Wahab Sjachranie Samarinda
Laporan Wartawan Tribun Kaltim Nevrianto
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Nadia (25) ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Jalan Kemangi RT 24, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur ,Minggu (15/ 1/2017).
Penghuni bangsal kos Barokah, Fitri (32), menceritakan, saat itu dirinya hendak membeli voucher listrik baru keluar meninggalkan pintu kamar bangsal kontrakannya pada pukul 09.45 Wita, bertemu dengan orang yang diketahui sebagai kerabat Nadia.
Ia berusaha mengunjungi ruangan bangsal tetangganya yang letaknya tepat di sebelah rumah Fitri.
"Keluarga dari Nadia, yakni adik sepupu perempuan dari suaminya, mengaku disuruh suami Nadia, semalam bolak balik ditelepon tapi tidak ada jawaban," tuturnya ketika ditemui TribunKaltim.co pukul 14.00 Wita
Fitri pun ikut penasaran dan berusaha mengetuk pintu.
"Saya ketuk sekali dan memanggil dari luar tapi tadi tidak ada jawaban. Sambil ditelepon adik sepupu suaminya, tapi tidak diangkat. Baru ada inisiatif memanggil petugas keamanan untuk mencoba mendobrak pintu," tuturnya.
Fitri hanya ingat, Nadia pernah berbincang singkat mengeluhkan bagian lambungnya yang sakit.
"Setelah pulang kampung lebaran di Padang Sumatera Barat, almarhumah Nadia tampak kurus. Nadia nampaknya agak tertutup. Tak jarang kami hanya berkomunikasi lewat WhatsApp meskipun ia bersebelahan tempat tinggalnya dengan saya. Biasanya saya dan Nadia saling panggil Say. Dan dia itu cantik betul orangnya," ujarnya sembari bercerita dengan mata berkaca kaca.
Pintu kemudian didobrak oleh petugas keamanan kawasan perumahan tak jauh dari Kos Bangsalan Barokah, bernama Rudi.
"Ketika dicongkel jendela sedikit ada celah untuk mengintip. Saya dan adik sepupu suami Nadia berusaha melihat dan terkejut ada rambut yang terurai di lantai belakang pintu masuk kamar. Dan ternyata itu tubuh Nadia yang sudah tidak bergerak," tuturnya.
Warga pun segera memanggil Ketua RT 24, Armansyah, untuk memastikan keadaan Nadia.
"Saya sedang santai di rumah, tiba tiba dipanggil warga untuk mengecek keadaan Nadia pingsan atau meninggal. Dan setelah pintu terpaksa didobrak, diketahui tubuh Nadia tergeletak posisi menyamping. Tak lama kemudian bersama warga memanggil petugas medis ," tutur Armansyah.
Petugas Palang Merah Indonesia Samarinda dibantu relawan tiba untuk mengevakuasi jenazah Nadia untuk dibawa ke ruang Mortuari RSUD Abdul Wahab Sjachranie Samarinda.
Jenazahnya diterima staff Mortuari, Budi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nadia_20170115_231800.jpg)