Bank Mandiri Beri Porsi Besar Untuk Industri Sawit
Total kredit Bank Mandiri Region 2 pada sektor sawit secara persentase kurang lebih 17% dari total kredit yang diberikan bank mandiri di region 2.
Laporan Wartawan Tribun Sumsel, M Syah Beni
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Total kredit Bank Mandiri Region 2 pada sektor sawit secara persentase kurang lebih 17% dari total kredit yang diberikan bank mandiri di region 2. Region 2 meliputi Sumbagsel mulai dari, Sumsel, Babel, Bengkulu, Jambi dan Lampung.
Secara persentase ini merupakan sektor tertinggi yang banyak disalurkan kepada nasabah di Bank Mandiri khususnya Region 2 dengan NPL dibawah 1%.
Hal ini diungkapkan Regional CEO Region II Bank Mandiri, Aribowo dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan FJPBK dengan tema "Menggali potensi dan strategi pengembangan sektor perkebunan dan industri kelapa Sawit dan karet Sumsel," di Hotel Santika, Selasa (23/5/2017).
Aribowo menambahkan, untuk Wilayah Sumatera Selatan sendiri pada tahun 2016, Bank Mandiri Sumatera Selatan dari sisi intermediasi sendiri, telah menyalurkan kredit sebesar Rp 14,1 triliun, dengan komposisi terbesar ada di sektor pertanian, kehutanan & perikanan. Dari sana sekitar 34 persen untuk sub sektor perkebunan yakni Sawit.
Ia menyegarkan masih sangat optimis pada perkembangan kredit di dua sektor perkebunan ini. Buktinya pada tahun 2016, di tengah fluktuasi harga komoditas, pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) Sumatera Selatan tetap tumbuh di atas rata-rata PDRB nasional.
Ia menilai di tahun 2017 mendatang secara kasat mata melihat pembangunan-pembangunan yang luar biasa cepat, dilakukan oleh pemerintah Sumatera Selatan untuk menyambut Asian Games 2018, Ekonomi Sumsel bakal terus tumbuh.
"Mulai dari pembangunan LRT, Jembatan Musi IV, dan sebagainya. Pembangunan tersebut, selain digunakan sebagai sarana penunjang Asian Games, juga diharapkan mampu membantu peningkatan perekonomian masyarakat," katanya.
Acara FGD ini sendiri digagas oleh Forum Jurnalis Peduli Bisnis Kreatif (FJPBK) bekerjasama dengan Bank Mandiri. Tema seputar dua komoditi idola di Sumsel ini sengaja dipilih karena karet dan Sawit sangat penting dalam menentukan perkembangan ekonomi masyarakat Sumsel. Apalagi Bank Mandiri sangat peduli pada industri kelapa Sawit dan karet.
"Penyelenggaraan acara ini, merupakan salah satu bentuk komitmen untuk mendukung aktivitas perekonomian di Sumatera Selatan.," katanya.
Acara ini bahkan dimoderatori langsung oleh Dendi Ramdani Office of Chief Economist Bank Mandiri pusat . Acara FGD ini di kemas dengan diskusi intensif yang melibatkan orang-orang yang tahu betul seluk beluk karet dan kelapa Sawit. Antara lain, Dekan Pertanian Unsri, Profesor Andi Mulyana, Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Fakrurozi, Ketua Gapki Harry Hartanto, Sekretaris Gapkindo Nurahmadi. Ada juga perwakilan Instansi dari OJK, Bappeda, BI, dan akademisi dari UMP.
"Berharap melalui diskusi ini dapat bersama-sama mengembangkan ekonomi Sumatera Selatan, untuk tumbuh ke arah yang lebih baik lagi. Penyelenggaraan acara ini, merupakan salah satu bentuk komitmen untuk mendukung aktivitas perekonomian di Sumatera Selatan," katanya.
Ketua GAPKI Sumsel, Harry Hartanto menjelaskan, kelapa sawit memiliki banyak manfaat untuk industri hilir. Untuk produk makanan misalnya, bisa menjadi bahan margarin, minyak makan, es krim, youghurt, dan gula rendah kalori.
Selain itu, untuk bahan bangunan dan rumah tangga bisa dibuat menjadi furniture, kertas, varnish, perekat, dan celling panel.
Menurut Harry, produksi kelapa sawit Indonesia sampai tiga bulan terakhir mengalami fluktuasi. Pada Januari produksi sebanyak 2,8 juta ton, selanjutnya Februari 2,6 juta ton, dan Maret 2,9 juta ton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/panen-tandan-buah-segar-kelapa-sawit_20170428_173504.jpg)