Selasa, 2 Juni 2026

10 Tahun Enggan Hormat Bendera Merah Putih, Anak Amrozi Jadi Paskibra, Ini Alasannya

Yang membuat heboh, dia ternyata anak bungsu terpidana mati bom Bali, Amrozi.

Tayang:
Editor: Rendy Sadikin
surya/hanif manshuri
Zuli Mahendra, anak terpidana mati bom Bali satu, Amrozi (paling kanan) saat menjadi petugas pengibar bendera setelah sepuluh tahun tak sudi hormat bendera sejak orang tuanya dieksekusi mati, Kamis (17/8/2017). (surya/hanif manshuri) 

Sedang sosok sang komandan upacara, Yoyok Edy Sucahyo alias Broyok asal Tenggulun juga mantan teroris pernah belajar langsung kepada ustadz asal Lamongan, Abu Faris yang sekarang menjadi salah satu komandan perang ISIS di Syiria, Ali Fauzi Manzi, alias Salman alias Abu Ridlo alias Ikrimah juga terlibat yang tak asing, ia adalah adik kandung trio bom Bali satu yang dikirim Hambali yang kini dipenjara Guantanamo di camp Abu Bakar dan camp Hudaibiyah Mindanao.

Ali Fauzi bertugas membaca teks proklamasi.

"Saya itu semalam gak bisa tidur, takutnya para mantan teroris dan kombatan yang terlibat bertugas dalam upacara ini akan banyak yang salah. Tapi Alhamdulillah, lancar semua," katanya.

Ali Fauzi ini secara khusus belajar field enggeneering (perakit bom) dan salah satu anggota spesial elit force Moro Islamic Leberation Fron (MILF).

Pada 1999 ditunjuk pimpinan JI untuk menjadi instruktur perakit bom untuk wilayah Jatim.Dan pada 2000 hingga 2002 menjadi kepala instruktur pelatihan militet di Ambon dan di Poso dengan bendera baru, organisasi Kompak.

Pada 2002 Ali kabur ke Mindanao dan bergabung dengan pasukan lamanya di Mindanao bergabung dengan Umat Patek, Abdul Matin, Marwan Malaysia, Muawiyah Singapura dan mendirikan camp baru yang jaraknya tidak jauh dari Marawi.

Akhir 2004 Ali tertangkap polisi nasional Philipina (PNP) dan dipenjara sampai akhirnya dideportasi tahun 2007.

Sampai di Indonesia sempat diperiksa dan dibina Saatgas bom Mabes Polri selama 8 bulan baru dipulangkan ke kampung halamannya.

Nah bagaimana profile pembawa bendera, Saiful Arif alias Abid alias David alias Jack, asal Glagah yang pernah bergabung konflik sektarian di Maluku dibawah bimbingan Abu Ridho dan pada 2003 pindah ke Poso.

Terlibat penyerangan terhadap warga Beteleme Poso. Terlibat baku tembak dengan BKO Brimob Aceh di Poso. Enam temannya tewas tertembak dan 3 luka parah.

Ia juga tertembak kakinya dan dibawa ke Dokes Polda Sulteng dan dirujuk ke RS Undata Palu, telapak kakinya terpaksa diamputasi. Keluar penjara pada 2006.

Jajaran komandan peleton atau Danton, ada nama Sunarno alias Asadullah , dia adalah keponakan pelaku bom Bali satu.

Lulusan pertama pelatihan militer JI Jawa Timur dibawah bimbingan pamannya, Ali Fauzi.

Sumarno paham dengan metode pemboman. Dan pada 2002 ditangkap karena terlibat Bom Bali satu ikut menyembunyikan bahan peledak dan amunisi dan diganjar penjara 5 tahun.

Uman Slamet alias Abu Dicky pernah bergabung dengan jaringan Ali Imron. Purnomo tokoh muda Tenggulun.

Sumber: Surya Malang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved