Senin, 26 Januari 2026

Dokter National Hospital Gituin Bagian Intim Calon Perawat, Tapi Begini Alasannya

Dalam perkara dugaan pelecehan seksual terhadap calon perawat, pria itu dicecar sebanyak 55 pertanyaan.

Editor: Hendra Gunawan
Surya/anas miftakhudin
Dokter R (kanan) didampingi pengacaranya saat keluar dari ruangan penyidik Polda Jatim. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Dokter R yang bekerja di Rumah Sakit (RS) National Hospital diperiksa selama 5 jam oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Jatim, Selasa (30/1/2018).

Dalam perkara dugaan pelecehan seksual terhadap calon perawat, pria itu dicecar sebanyak 55 pertanyaan.

Dokter ini datang ke Ditreskrimum Polda Jatim sekitar pukul 11.15 WIB didampingi tiga pengacara, di antaranya Sahrul Borman SH.

Lelaki yang masih lajang itu baru keluar ruangan sekitar pukul 17.47 WIB.

Ketika keluar dari pintu utama gedung Ditreskrimum Polda Jatim, terperiksa mengenakan kaos berkerah hijau tosca.

Wajahnya ditutup masker hijau dan topi putih.

Begitu ditodong pertanyaan oleh para wartawan, pria itu langsung meminta wartawan bertanya ke kuasa hukumnya.

"Silakan tanya ke kuasa hukum saya saja," ujar dr R sambil didampingi seorang pengacara perempuan menuju mobil yang sudah standby di halaman gedung Ditreskrimum Polda Jatim.

Kuasa hukum dokter R, Sahrul Borman SH, menjelaskan apa yang dilakukan kliennya sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

"Dokter R memeriksa sudah sesuai prosedur dan klien kami juga mendapat surat untuk memeriksa calon perawat yang akan bekerja di RS National Hospital," tuturnya.

Sahrul Borman juga membantah jika kliennya memasukkan jari tangannya ke kelamin korban.

"Memang benar kalau memeriksa bagian luar kelamin saja dan memasukkan jari ke dubur. Itu dilakukan karena ada keluhan keputihan. Tapi mengenakan sarung tangan karet. Nggak boleh memasukkan tangan ke kelamin karena kondisinya masih gadis atau perawan," tandas Sahrul Borman.

Apakah semua calon perawat atau dokter yang akan bekerja di RS National Hospital juga diperiksa seperti itu?

"Semua sama ada pemeriksaan kesehatan. Tapi itu dilakukan atas dasar keluhan dari calon pegawai," paparnya.

Selama pemeriksaan berlangsung, kliennya dicecar 55 pertanyaan, seputar prosedur tes kesehatan di RS.

"Semua dijawab atas dasar surat tugas dari rumah sakit," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved