2.149 Warga Masih Bertahan di 23 Titik Pengungsian di Kabupaten Bandung
"Jumlah 661KK, atau 2149 jiwa di 23 titik pengungsian," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi banjir yang melanda kawasan Kabupaten Bandung, Jawa Barat saat ini sebagian mulai surut.
Meski demikian sebanyak 2.149 warga masih mengungsi karena tempat tinggal mereka terendam banjir.
"Jumlah 661KK, atau 2149 jiwa di 23 titik pengungsian," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Minggu (11/3/2018).
Adapun rinciannya pengusi di Kec. Baleendah 5 titik dengan jumlah pengungsi 238KK/781 jiwa.
Kemudian di Kec. Dayeuh kolot 16 titik pengungsian dengan 315KK/997 jiwa.
Selain itu di Kec. Bojongsoang 2 titik pengungsian sebanyak 108 KK/371 jiwa.
"Lansia 202 jiwa, Balita 199 jiwa, Bumil 19 jiwa, Anak 201 jiwa, Ibu menyusui 62 jiwa," sebut Sutopo.
Sutopo menjelaskan, pada 22 Februari 2018 lalu telah terjadi banjir disebabkan karena curah hujan yang sangat tinggi dari sore sampai malam di Wilayah Kota Bandung dan Wilayah Kab. Bandung sehingga Sungai Cikapundung, Sungai Cusangkuy, dan Sungai Citarum meluap ke pemukiman.
Lebih lanjut penanganan darurat bencana Banjir di Kab. Bandung, Prov. Jabar masih berlanjut hingga hari ini pukul 18.00 WIB.
Baca: Tommy Soeharto Maju di Pilpres, Ini Tanggapan Partai Golkar
Baca: Di Pidato Politiknya, AHY Singgung Jasa Jokowi Sampai Habibie dan Soeharto
Upaya yang telah dilakukan PemKab Bandung, yakni Status siaga darurat TMT 2 November 2017 – 31 Mei 2018.
Selain itu aktifasi Posko siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di Gedung INKANAS Baleendah,.
Kemudian, BPBD Kab. Bandung menyalurkan bantuan logistik mentah berupa beras, makanan siap saji dan mie instan ke Pos Pengungsian dan korban terdampak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengungsi-banjir_20180311_235950.jpg)