Sabtu, 11 April 2026

Rahman Temukan Bayi Orangutan Menangis di Semak-Semak di Tengah Kebun Sawit

Induk anak orangutan ini sudah berada di kawasan kebun sawit sejak dua bulan lalu

Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Petugas IAR Indonesia sedang melakukan proses penyelamatan satu bayi orangutan yang ditemukan di lahan perkebunan sawit milik perkebunan swasta di Desa Tanjung Pasar, Kecamatan Muara Pawan, Jumat (28/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG International Animal Rescue (IAR) Indonesia bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang menerima penyerahan satu  bayi orangutan (Pongo pygmaeus) yang ditemukan pekerja di lahan perkebunan sawit milik perkebunan swasta di Desa Tanjung Pasar, Kecamatan Muara Pawan.

Bayi orangutan jantan berusia kurang dari satu tahun ini ditemukan oleh Rahman di kebun sawit yang digarapnya pada Kamis (26/7/2018).

Dia mengaku menemukan orangutan ini menangis sendirian dalam semak-semak di kebun sawit.

Rahman melaporkan penemuannya ini ke manager kebun. Kemudian Rahman diminta untuk membiarkannya terlebih dulu.

Manager kebun beralasan bahwa ada kemungkinan induk orangutan akan datang mengambil orangutan.

Menurut Rahman, induk anak orangutan ini sudah berada di kawasan kebun sawit sejak dua bulan lalu.

Bayi orangutan ini akhirnya dilaporkan ke IAR Indonesia setelah Rahman menemukan orangutan ini di tempat yang sama keesokan harinya.

Baca: Sejumlah Saksi Diperiksa Terkait Pembantaian Orangutan di Seruyan

Menindaklanjuti laporan ini tim IAR Indonesia dan BKSDA Kalbar segera meluncur ke lokasi penemuan orangutan.

Berdasarkan pemeriksaan dokter hewan IAR diketahui kondisi bayi orangutan ini mengalami dehidrasi ringan.

Sebab itu orangutan itu dibawa ke Pusat Penyelamatan dan Konservasi Orangutan IAR Indonesia untuk mejalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Seperti bayi orangutan lainnya yang  juga kehilangan induk pada usia yang masih sangat muda.

Maka bayi orangutan ini akan menjalani proses rehabilitasi panjang di IAR Indonesia. Sehingga akan mempelajari kemampuan dasar hidup di alam bebas sebagai orangutan.

Banyak hal yang perlu dipelajari seperti memanjat, mencari makan dan membuat sarang.  

Kemampuan dasar ini mutlak harus dikuasai sebelum orangutan bisa dikembalikan ke habitatnya sehingga jika orangutan dilepas atau dikembalikan ke habitatnya bisa tetap melangsungkan hidupnya seperti orangutan liar lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved