Ibu Hamil 9 Bulan Meninggal di RSUD Pangkep, Keluarga Berencana Tuntut Pihak RS
Seorang ibu yang tengah hamil 9 bulan, meninggal dunia saat dirawat di RSUD Pangkep. Pihak keluarga berencana akan menuntut pihak RS.
Editor:
Dewi Agustina
Mendengar tekanan darah HB turun, kakak korban akhirnya ke Makassar untuk mencari darah ke Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) di Makassar.
Pukul 01.00 Wita, Ihsan bersama pihak keluarga tiba di RSUD Pangkep dan korban saat itu sudah dipindahkan ke ruang ICU.
Transfusi Darah
Selanjutnya pukul 03.00 Wita, pasien mendapatkan transfusi darah.
"Saat itu korban terlihat sudah agak baikan dari sebelumnya dan pukul 03.40 Wita, kami pulang ke rumah," ujar Ihsan.
Esok harinya, pukul 07.21 Wita, suami pasien memberikan kabar jika Dian akan dioperasi.
"Saya menuju RSUD saat itu, dan pada pukul 07.29 Wita, suaminya menelepon mengabarkan korban pingsan," kata Ihsan.
Ihsan menceritakan setiba di RSUD, sudah banyak perawat yang menangani korban, ada yang memeriksa detak jantung bayi dengan alat pendeteksi jantung.
Ada juga yang memompa oksigen, dan ada juga yang menyuntik cairan ke selang infus sambil menerima perintah lewat telepon genggam.
"Entah siapa yang menelepon, dokter kandungan atau siapa, saya kurang paham," keluh Ihsan.
Ihsan menjelaskan, dirinya bingung di saat kondisi kritis malah ada perawat yang meminta untuk membelikan pisau cukur.
"Karena akan segera dilakukan operasi jadi harus secepatnya disediakan," ungkap Ihsan menirukan perkataan perawat saat itu.
Tidak Ada Dokter
Saat masa kritis hingga korban dinyatakan meninggal dunia, menurut Ihsan, belum ada dokter spesialis yang berada di ruang operasi saat itu.
Kata perawat, dokter yang bertugas melakukan operasi masih dalam perjalanan menuju ke Pangkep.
Ihsan pun beralasan akan menuntut pihak rumah sakit jika penanganan kasus yang dialami almarhumah tidak sesuai standar prosedur operasional.
"Pada saat di IGD perawat dan dokter jaga tidak melakukan tindakan medis memadai terhadap pasien, misalnya dengan kasus plasenta previa," katanya.