Rekor Pelayanan Keliling Dokumen Kependudukan Di Cibaliung Pandeglang
Yanling, atau pelayanan keliling, urusan dokumen kependudukan yang digelar di desa ini memang berlangsung sangat luar biasa
Selama yanling, kru Dukcapil tidur di kantor desa, karena jarak tempat yanling yang lumayan jauh dari kota Pandeglang.
Untuk ke Cibaliung bisa ditempuh paling cepat dua setengah jam dengan kendaraan mobil dari kantor Capil Pandeglang.
"Banyaknya warga yang berduyun-duyun mendatangi pusat yanling membuktikan betapa masih banyak warga yang belum memiliki dokumen kependudukan. Banyak yang belum melakukan perekaman untuk eKTP, dan tidak memiliki akta kelahiran," ujar Swandy.
Menurut Kades Sukajadi, sekarang banyak bantuan kesejahteraan dari Pemerintah.
"Penduduk baru menyadari pentingnya punya KTP, karena hanya penduduk ber KTP lah yang bisa mengakses program sosial dari Pemerintah," jelas Apandi.
Ratusan orang yang menunggu giliran mendapatkan pelayanan sore tampak gelisah. Wajah-wajah pasrah tampak di mana-mana.
Mereka agaknya kuatir tidak bisa dilayani.
"Begitu Kadis mengumumkan yanling diadakan sampai hari minggu, warga sontak bertepuk tangan," kisah Swandy kepada Tribunnews.com.
Baca: Panglima TNI Tinjau Titik Nol Meter Pembangunan Jalan yang Jadi Sasaran TMMD Ke-104 di Pandeglang
"Mengikuti yanling di Cibeliung lumayan melelahkan, tetapi menyenangkan juga," kenangnya.
Hadir dari Institut Kewarganegaraan Indonesia, Kyai Saefulah Maksum, Ketua IKI, Swandy Sihotang dan Nyoto, bagian Administrasi IKI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pelayanan-keliling-di-pandeglang.jpg)