Jumat, 17 April 2026

Sederet Fakta soal 2 Bocah Tenggelam di Bendung Balong Sleman

Berbeda dengan Erna dan Ida, ada dua bocah lain yang selamat diketahui bernama Siva (12) dan Melda (13).

Editor: Sanusi
Grid.ID
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Suasana duka meliputi Dusun Gawar, Pendowoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (28/04/2019). Dua warganya Erna (14) dan Ida (11) meninggal karena tenggelam di Bendung Balong. Jenazah mereka ditemukan berada di kedalaman 6 meter dari permukaan air.

Berbeda dengan Erna dan Ida, ada dua bocah lain yang selamat diketahui bernama Siva (12) dan Melda (13).

"Mereka ditemukan warga dalam kondisi terbenam sedalam 6 meter dari permukaan air," kata Kapolsek Sleman, Kompol Sudarno saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Sabtu  (27/4/2019).

Minggu (28/4/2019), Tribunjogja.com sempat menelusuri keberadaan Bendung Balong yang menjadi batas antara Desa Pendowoharjo dan Desa Trimulyo tersebut.

Bendung tersebut dibangun di aliran Kali Sempor. Mengikuti petunjuk dari Ketua RT 01/36 Gawar, Sanukri, posisi bendung tersebut ternyata agak jauh dari dusun.

Baca: Ibadah-Ibadah Utama Pelebur Dosa Sepanjang Bulan Ramadhan, dari Puasa sampai Dzikir

Berdasarkan pengamatan Tribunjogja.com, posisinya berada di balik rimbunnya pepohonan.

Sekitarnya pun hanya lahan sawah milik warga.

 

Sanukri mengatakan warga sekitar memang sulit untuk memantau situasi sekitar bendung, sebab posisinya yang luput dari pandangan warga.

Apalagi tidak rumah yang menghadap ke arah bendung tersebut

"Posisinya juga agak tinggi sehingga sulit dipantau," jelas Sanukri.

Bendung Balong Kali Sempor di Dusun Balong, Trimulyo, Sleman yang menjadi lokasi tewasnya dua pelajar SD pada Sabtu (27/04/2019)
Bendung Balong Kali Sempor di Dusun Balong, Trimulyo, Sleman yang menjadi lokasi tewasnya dua pelajar SD pada Sabtu (27/04/2019) (Tribun Jogja/ Alexander Ermando)

Menurutnya, kabar tenggelamnya dua pelajar tersebut pun baru diketahui oleh dua warga yang hendak memancing di sana pada Sabtu sore.

Satu dari teman pelajar tersebut berteriak minta tolong ke warga tersebut.

Sanukri mengungkapkan bahwa kawasan sekitar bendung acap kali digunakan untuk berenang dan memancing oleh warga sekitar.

Sebagian besar di antaranya berusia anak-anak dan remaja.

"Seringnya yang ke situ anak laki-laki, kalau yang perempuan sangat jarang," jelas Sanukri.

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved