Sindikat Perdagangan Orang Terbongkar, Korban Dikirim Jadi PRT ke Suriah

Polda NTB berhasil meringkus dua gembong (tekong) pelaku perdagangan orang yang beroperasi di Kabupaten Lombok

Sindikat Perdagangan Orang Terbongkar, Korban Dikirim Jadi PRT ke Suriah
Tribun Bali/Manik Priyo Prabowo
Ilustrasi wanita korban perdagangan orang 

Selain dua tersangka BE dan Evi, tiga tersangka kasus TPPO lain juga ditangkap di Lombok Timur. Yakni Agus alias AK (59), warga Suralaga, Lombok Timur. Agus bertugas sebagai perekrut atau tekong.

Untuk kasus Agus, pelapornya adalah IH dan RM, keduanya warga Lombok Timur yang merasa terperdaya oleh bujuk rayu para tekong.
Kepada korbannya Agus menjanjikan para korban bekerja di luar negeri dengan gaji tinggi, tanpa potongan, mendapatkan kontrak kerja, proses yang cepat dan bekerja di negara tujuan.

Kerja Agus atau AK dibantu agen lokal di Jakarta bernama Helma alias HM (37) yang ditangkap di Jakarta, serta SJ (36) warga Suralaga yang turut membantu memuluskan kejahatan Agus atau AK.

"Mereka mengunakan modus, merekrut orang, kemudian mengoper pada agen di Jakarta sehingga Korban diberangkatkan ke luar negeri melalui agen yang berada di Jakarta yang dimiliki tersangka HM," jelas Pujewati.

Moratorium pengiriman BMI ke Timur Tengah

Polda NTB saat ini masih memburu tersangka lainnya dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus TPPO.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB H. Agus Patria yang hadir dalam gelar perkara di Polda NTB mengatakan bahwa perekrutan yang dilakukan secara ilegal.

Baca: Putuskan Berhijab, IDP Masih Menangis Kalau Ingat Kegelisahannya Sebelum Menutup Aurat

Baca: Kocak, Reaksi Rafathar Saat Mainan Kesukaannya Tak Sengaja Dirusak Baim Wong jadi Sorotan

BMI yang berangkatkan juga tidak disertai dengan kelengkapan dokumen.

Dia mengimbau warga untuk waspada perekrutan ilegal ini sebab hingga saat ini pemerintah Indonesia masih memoratorium perekrutan TKI/TKW ke wilayah Timur Tengah untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Ancaman hukuman

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved