Fakta Pabrik Senpi Rakitan di Metro Digerebek, Dijual Melalui Medsos dan Dibanderol Rp 7 Juta

Polisi menangkap YAC, warga Probolinggo, Lampung Timur yang menetap di Metro dan menyita dua senpi yang sudah jadi dan enam senpi yang sedang dirakit

Fakta Pabrik Senpi Rakitan di Metro Digerebek, Dijual Melalui Medsos dan Dibanderol Rp 7 Juta
tribunlampung.co.id/hanif mustafa
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Pol M Barly Ramadany (tengah) menggelar ekspose penggerebakan pabrik senpi rakitan di Metro, Senin, 1 Juli 2019 

Laporan Wartawan Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung menggerebek pabrik senjata api rakitan di Kota Metro.

Polisi  menangkap YAC (31), warga Probolinggo, Lampung Timur yang menetap di Metro dan menyita dua senpi yang sudah jadi dan enam senpi yang sedang dirakit.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Pol M Barly Ramadany membeberkan sejumlah fakta dalam penggerebekan pabrik senpi di Metro.

1. Dijual Rp 7 juta per biji

Barly mengatakan, YAC menjual senpi rakitan tersebut dengan harga Rp 7 juta, sementara satu paket peluru berisi 25 butir amunisi dihargai Rp 800 ribu.

"Jadi jualnya terpisah. Senpi sendiri dan amunisi sendiri," ungkap Barly, Senin (1/7/2019).

Baca: Pengedar Narkoba di Bangkalan Simpan Senpi Rakitan dan 6 Butir Peluru

Tersangka membanderol senpi Rp 7 juta dan satu paket amunisi Rp 800 ribu.

2. Amunisi diduga buatan Korea

Barly menuturkan, pelaku tidak membuat amunisinya.

Halaman
1234
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved