Kemitraan Indonesia Jepang yang Optimal Tingkatkan Daya Saing

Hal itu dikemukakan Duta Investasi Presiden Jokowi untuk Jepang, Rachmat Gobel saat Dies Natalis - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Kemitraan Indonesia Jepang yang Optimal Tingkatkan Daya Saing
ISTIMEWA
Duta Investasi Presiden Jokowi untuk Jepang, Rachmat Gobel saat Dies Natalis - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ke-31 di Surabaya, Kamis (25/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA-Modernisasi dan Transformasi Industri Gelombang keempat perludilakukan secara bersama-sama,Indonesia dengan Jepang. Industriawan Jepang perlu meningkatkan kerjasamanya di Indonesia,.  Hal itu dikemukakan Duta Investasi Presiden Jokowi untuk Jepang, Rachmat Gobel saat Dies Natalis - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ke-31 di Surabaya, Kamis (25/7/2019).

”Kawasanekonomi di Indonesia yang membentang dari Sabang hingga Merauke, dan Miangas hingga Rote, memiliki potensi sumber daya alam dan manusia bersum berdaya IPTEK, yang tidakterbatas," kata Rachmat.

Rachmat menyampaikan, Jepang terlalu penting untuk Indonesia. Dukungan kerjasama Jepang dan Indonesia untuk memperbesar potensi pertumbuhan ekonomi kedua negara, pertumbuhan ekonomi kawasan Asean dan Asia-Pacific, perlu terus ditingkat kan dari waktu ke waktu.

Baca: Menteri Sri Mulyani Yakin Presiden Jokowi akan Teken Regulasi Mobil Listrik

"Saya menyampaikan harapan agar hubungan erat yang telah terjalin selama 60 tahun dan menghadapi gelombang pasang-surut, tidak akan memudar dan menjadi sayonara di masa depan," ujarnya yang juga disampaikan saat simposium Peringatan 60 tahun hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang, April tahun lalu.

Pada tahun 2020 hingga 2030, semua bangsa di dunia akan berada di simpang jalan akibat percepatan teknologi yang semakintinggi. Terjadi perubahan global yang sangat dinamis.

Kemajuan teknologi digital dan internet yang melahirkan Revolusi Industri keempat dan Internet of Things (IoT), memerlukan kontribusi investasi dan peningkatan keahlian manusia bersumber daya IPTEK, sertainovasi-inovasi.
"Disini, Jepang menurut hemat saya perlu meningkatkan peranannya di Indonesia," tuturnya.

Rachmat menjelaskan, sebagai sesama anggota dari Negara yang tergabungdalam G20, Indonesia danJepangharusmengembangkankerjasama yang lebihaktif. 

Baca: Jepang Open 2019: Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan Lolos Ke Babak Kedua

Isue-isueseperti Green Innovation and Green Investment, Low Carbon Society, Revolusi Industri keempat dan Internet of Things (IoT), merupakan wilayah kerjasama masa depan, yang perlu dibangun dengan jauh lebih sungguh-sungguh.

Indonesia dengan lebih 17.500 pulau dan 270 juta penduduk yang mayoritas di usiaproduktif, merupakan pasar yang sangat besar.

Baca: Menteri Sri Mulyani Yakin Presiden Jokowi akan Teken Regulasi Mobil Listrik

Apalagi dengan semakin terbukanya batas antarnegara berkat kemajuan teknologi transformasi digital. Internet of Thing (IoT) sebagai teknologi utama dalam transformasi digital, membuat pasar yang ada kini tidak hanya terbatas pada 270 juta penduduk Indonesia saja, namun menjadi terbuka untuk 4,5 miliar penduduk Asia, dan bahkan 7,7 miliar penduduk dunia.

"Kita juga melihat adanya kenaikan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini telah berdampak pada kenaikan daya beli masyarakat. Pada gilirannya tentu diikuti dengan peningkatan konsumsi," katanya.

Di Indonesia, salah satu fenomena yang bisa dilihat dan dirasakan saatini adalah tumbuhnya transaksi perdagangan online atau e-commerce yang sangat pesat.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved