Kamis, 7 Mei 2026

BMKG Ajak Pelaku Pariwisata untuk Optimalkan Informasi Cuaca dan Iklim

BMKG turut mendukung pengembangan sektor pariwisata di Indonesia dengan menyajikan layanan informasi cuaca dan iklim khusus di sektor pariwisata.

Tayang:
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Web. BMKG
BMKG Ajak Pelaku Pariwisata Optimalkan Informasi Cuaca dan Iklim 

Terkait hal tersebut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono lewat laman resmi BMKG memberikan tanggapannya.

Menurutnya terjadinya gempa bumi tidak dapat diprediksi oleh siapapun, kapan, dimana dan berapapun kekuatannya.

"Isu yang berkembang tersebut tidak benar, karena peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun: kapan, di mana, dan berapa kekuatannya."

Baca: Ini Penjelasan BMKG Terkait Kabar Gempa Berkekuatan 9,0 Setelah Gempa di Banten

Baca: BMKG Beri Penjelasan soal Informasi Gempa sering Berubah seperti di Banten Jumat lalu

Selain itu Rahmat Triyono juga menjelaskan asal mula terjadinya gempa bumi.

"Gempa bumi terjadi akibat deformasi batuan yang terjadi secara tiba-tiba pada sumber gempa yang sebelumnya mengalami akumulasi medan tegangan (stress) di zona tersebut, pengaruh penjalaran stress untuk proses selanjutnya secara kuantitatif masih sulit untuk diketahui. "

"Teori yang berkembang saat ini baru dapat menjelaskan bahwa sebuah gempabumi utama dapat membangkitkan atau memicu aftershocks dan masih sulit untuk memperkirakan.

"Gempa besar rentetannya seperti beberapa kasus gempabumi doublet, triplet (dua atau tiga kejadian gempabumi tektonik dlm waktu dan lokasi yg relatif berdekatan),
dan seterusnya."

Rahmat Triyono mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tetap waspada dengan adanya isu-isu yang beredar.

Baca: [TERBARU] BMKG: Aancaman Tsunami Tidak Ada, Warga Diimbau Pulang

"Masyarakat dihimbau agar tetap tenang namun waspada dan tidak percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya."

Tak hanya itu ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan dalam menghadapi gempa bumi.

"Dan yang lebih penting dan urgent adalah melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi."

"Siapkan bangunan rumah anda sesuai dengan konstruksi aman gempa, siapkan perabotan-perabotan yang kuat dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa, siapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal anda, selanjutnya agar terus berlatih utk evakuasi mandiri, dan terus monitor infobmkg baik melalui sosial media, mobile Apps, website, ataupun kanal-kanal resmi BMKG."

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono saat konferensi pers Ekspedisi Destana Tsunami 2019 di Graha BNPB Jakarta Timur pada Rabu (10/7/2019).
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono saat konferensi pers Ekspedisi Destana Tsunami 2019 di Graha BNPB Jakarta Timur pada Rabu (10/7/2019). (Tribunnews.com/Gita Irawan)

(Tribunnews.com/tio)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved