Pura-pura Jual Sepeda, Saat Calon Pembeli Datang Dianiaya dan Duitnya Dirampas
Lelaki penjual sepeda online menjadi korban penganiayaan oleh kawanan pemuda saat cash on delivery (COD).
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Lelaki penjual sepeda online menjadi korban penganiayaan oleh kawanan pemuda saat cash on delivery (COD).
Akibatnya, korban mengalami luka parah di bagian kepala.
Korban bernama Nur Sodik (54) warga Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Dia sebelumnya telah janjian dengan seseorang untuk COD di Jalan Lingkar Utara Desa Jetak, Kecamatan Kaliwungu.
Saat itu, korban ditemui kawanan pemuda, yakni Solekul Hadi (34) warga Pilangrejo, Kecamatan Wonosala, Kabupaten Demak.Baca: Ini Modus Penipuan Tukar ATM hingga Bisa Kuras Rekening Korbannya, Beraksi di Jogaja dan Solo
Lalu Handa Saiful Jannah (25) warga Pecangaan Wetan, Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara dan DAP (16) warga Demak.
“Saat COD, korban dipukul dari belakang oleh kawanan pelaku. Korban hampir tewas atas pengeroyokan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto dalam jumpa pers di Mapolres Kudus, Kamis (8/8/2019).
Korban lantas dilarikan ke rumah sakit terdekat, kata AKP Rismanto.Baca: Cara Komplotan Penipuan yang Bikin Pegadaian Merugi Hampir Rp 1 Miliar
Namun karena luka yang cukup parah, akhirnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
“Ada puluhan jahitan di kepala korban,” jelas AKP Rismanto.
Wakapolres Kudus, Kompol Billy Andha mengatakan, korban semula mendapati ada nomor masuk ke ponselnya.
Memang, nomor ponsel korban di media sosial tertera sebagai penjual maupun pembeli sepeda.
Jadi siapa saja bisa mengaksesnya.“Semula korban ditelepon oleh pelaku. Korban ditawari sepeda oleh pelaku. Semula korban menolaknya, namun pelaku terus meminta agar korban melihat dahulu sepeda yang hendak dijual,” kata Kompol Billy.
Setelah diminta pelaku untuk ketemu, akhirnya korban menyanggupinya guna melihat kondisi sepeda.
Saat bertemu di Jalan Lingkar Utara, korban membawa uang sebesar Rp 5 juta.
Saat itu juga korban langsung dianiaya.
“Ada yang memukul korban pakai balok kayu dan batu,” kata Kompol Billy.