Kasus Mutilasi

Keluarga Prada DP Seakan Menutupi Pembunuhan Vera, Ini Kata Pengamat Hukum

Dalam persidangan terungkap bila keluarga mengetahui Prada DP telah membunuh Vera Oktaria.

Keluarga Prada DP Seakan Menutupi Pembunuhan Vera, Ini Kata Pengamat Hukum
Rahmad Zilhakim/Sripoku.com
Serli Marlita, perempuan yang menjadi bahan pembicaraan pada saat sidang pertama masuk dalam persidangan untuk memberikan kesaksian ke-8 pada sidang terdakwa Prada DP di Peradilan Militer I-04 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Dalam persidangan terungkap bila keluarga mengetahui Prada DP telah membunuh Vera Oktaria.

Kriminolog fakultas hukum universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Sulastri menanggapi tindakan keluarga Prada Deri Pramana (Prada DP) yang memilih bungkam setelah tahu pria yang kerap disapa Deri itu, telah membunuh Vera Oktaria.

Dia mengatakan, sejatinya apabila seseorang mengetahui adanya suatu tindak pidana namun tidak melaporkannya kepada aparat kepolisian, maka orang tersebut tidak melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara yang baik.

Dalam undang-undang juga ada ketentuan pasal yang mengatur tentang hukuman bagi seseorang yang menyembunyikan pelaku kejahatan.

Baca: Mahasiswa UBL Tertembak, Pelakunya Polisi, Senjata Api Tiba-tiba Meletus Ketika Tunggu Istri Kuliah

"Sehingga jelas sekali bahwa perbuatan itu dilarang dan ada ancaman hukuman bagi pihak yang menyembunyikan pelaku," ujarnya kepada Tribunsumsel.com, Sabtu (10/9/2019).

Namun, terkait dengan yang terjadi pada kasus Prada DP, saat itu statusnya belum menjadi target operasi atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dimana dalam kasus seperti itu, biasanya jarang untuk diproses bagi pihak keluarga yang memilih bungkam walaupun tahu anggota keluarganya telah melakukan kejahatan.

"Kecuali, apabila statusnya sudah masuk target operasi atau DPO. Maka ancaman pidana yang berat siap menanti orang yang menyembunyikan pelaku. Tak terkecuali apabila orang tersebut adalah keluarganya sendiri," katanya.

Baca: Berikut 30 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2019 Lengkap dengan Bahasa Inggris

Lebih lanjut Sri menjelaskan, dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka, dibutuhkan minimal dua bukti.

Sedangkan ucapan bahwa telah melakukan suatu tindakan pidana, masih dianggap baru sebatas pengakuan dari pelaku.

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved