Kasus Mutilasi

Prada DP Sudah Berencana Membunuh dan Memutilasi Vera Oktaria

Dalam persidangan kali ini Hakim ketua masih di pimpin oleh, Letkol Chk M Kazim dan 2 orang anggota lainnya bernama Letkol Chk Sus Much

Prada DP Sudah Berencana Membunuh dan Memutilasi Vera Oktaria
Tribunsumsel.com/Shinta Dwi Anggraini
Sidang Prada DP di pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (8/8/2019). TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI 

Lanjut Rafida Pada saat transaksi tersebut sebelumnya terdakwa menggunakan motor matic korban menuju tokonya.

Tiga pengelola Hotel Sahabat Mulya bersaksi di Pengadilan Militer Sidang Prada DP, Kamis (8/8/2019).
Tiga pengelola Hotel Sahabat Mulya bersaksi di Pengadilan Militer Sidang Prada DP, Kamis (8/8/2019). (SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM)

Lalu, terjadilah tawar menawar dari harganya 150.000 ditawar terdakwa 95.000.

Kemudian pukul 11.30WIB terdakwa datang kembali lagi siang dan beli koper besar dengan merk Polo berlist.

Lalu penjual tas tersebut kembali bertanya untuk apa.

"Mau belikan mamak tas untuk ke lampung," jawab Deri.

Rafida menambahkan pada saat pertemuan kedua terdakwa masih menawar tas tersebut dari harga 350.000 dan ditawar 300.000 dikasih.

Dari keteranganya dalam 2 kali kunjungan Prada DP kesana ekpresi raut muka Deri tampak keliatan santai.

Salah satu saksi yang bersaksi adalah Wiwin Safitri (23) menantu pemilik penginapan.

Wiwin lah yang pada 8 Mei 2019 pagi buta pukul 02.00 itu menerima Prada DP di Hotel Sahabat Mulya.

Hotel Sahabat Mulya adalah hotel di pinggiran kota.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved