Rusuh di Papua
Upaya Khofifah Meredam Rusuh di Papua, Minta Maaf hingga Bertemu Perkumpulan Masyarakat Adat
Upaya Khofifah Meredam Rusuh di Papua, Minta Maaf Hingga Bertemu Perkumpulan Masyarakat Adat
Dalam unggahannya, mantan Menteri Sosial ini kembali menyatakan permintaan maafnya.
Ia bersama Kapolda dan Pangdam akan memberikan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat Papua yang berada di Jawa Timur.
Baca: Seusai Telepon, Khofifah Akan Bertemu dengan Gubernur Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua di Jatim
Sebelumnya, langkah yang dilakukan Gubernur Jawa Timur itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto
Seperti diberitakan Kompas TV, apresiasi Wiranto disampaikan setelah melakukan rapat koordinasi dengan lembaga terkait tentang masalah keamanan, di Kantor Kemenko Polhukam pada Senin.
"Saya memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur yang secara terbuka telah menyatakan maaf atas apa yang telah terjadi di wilayah Jawa Timur kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan adanya inisiden di wilayah Jawa Timur," ujar Wiranto.
Wiranto pun menilai bahwa permintaan maaf Khofifah dilakukan secara tulus dan tanpa tendensi apapun.
"Barusan tadi pagi saya menerima telepon dengan Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah dan beliau menyatakan pernyataan maaf terbuka. Ini pernyataan yang tulus dan ikhlas," ucap Wiranto.
Baca: Tanggapan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla Soal Kerusuhan di Papua
Sementara itu Karo Penmas Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo dalam keterangan persnya menyatakan, insiden kerusuhan tersebut diakibatkan adanya massa yang terprovokasi oleh sebuah konten di media sosial tentang peristiwa yang terjadi di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.
Atas kejadian tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan itu.
Jokowi meyakinkan bahwa pemerintah akan selalu menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat.
"Yakinlah bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pace (Bapak), Mace (Ibu), Mamak-mamak di Papua dan Papua Barat," kata Jokowi di Istana Kepresidenan pada Senin (19/8/2019).
Menurut Jokowi, alangkah lebih baiknya jika sesama warga negara Indonesia untuk saling memaafkan atas insiden yang terjadi.
"Saya tahu ada ketersinggungan. Sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang paling baik itu memaafkan," ucap Jokowi.
"Emosi itu boleh tapi memaafkan lebih baik. Sabar juga lebih baik," kata dia.
(Tribunnews.com/Tio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kolase-foto-kehangatan-khofifah-dengan-masyarakat-papua.jpg)