Merasakan Indonesia Melalui Siaran Digital di Perbatasan Nunukan

antusias dengan siaran digital yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian

Merasakan Indonesia Melalui Siaran Digital di Perbatasan Nunukan
Syahrizal Sidik
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara 

TRIBUNNEWS.COM,NUNUKAN-Gubernur Kalimantan Utara Dr. H Irianto Lambrie, antusias dengan siaran digital yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Kominfo.

Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) mencanangkan program siaran digital bagi masyarakat di wilayah perbatasan di Nunukan Kalimantan Utara (Kaltara).

"Baru di jaman Presiden Jokowi, wilayah perbatasan diperhatikan. Saya sudah 33 tahun di birokrasi, alhamdulillah di Kalimntan Utara jalan-jalan sudah di aspal, mulus. Diperhatikan," ungkap Gubernur Kaltara,Sabtu (31/8/2019).

Irianto mengaku senang dengan program siaran digital yang dicanangkan di Nunukan. Daerah perbatasan, lanjutnya yang mendapat imbas pemerintah melalui program ini.

Baca: Dukung Pemindahan Ibu Kota, Bakti Sukseskan Siaran Digital di Perbatasan

Kemajuan sebuah bangsa menurutya juga dilakukan melalui daerah perbatasan. Salah satunya, jaringan internet dan program televisi digital.

Baca: Siaran Digital di Nunukan akan Diresmikan Jokowi

"Menikmati kemerdekaan di daerah perbatasan karena kita berpuluh-puluh tahun menikmati siaran negara tetangga, sekarang kita bisa menikmati siaran dan merasakan Indonesia," katanya.

"Kaltara adalah daerah yang majemuk dan toleran. Kalimantan Utara adalah gambaran Indonesia, masyrakat yang palng setia dengan Indonesia," Irianto memuji.

Menkoinfo Rudintara mengungkapkan, program siaran digital ini sekaligus bagain dari upaya menyediakan konten-konten, atau program Indonesia.Termasuk menyajikan kualiatas.

Baca: Berkembangnya Transformasi Digital di Indonesia, Tantangan Keamanan Meningkat

"Coba bandingkan progam prabola dengan yang digital. Kita sudah harus beralih dari analog ke digital," kata dia.

Program siaran digital ini dilaksanakan di tiga daerah berbeda. Selain di Nunukan, juga di Batam dan Jayapura.

"Jadi tidak hanya kita meluncurkan Simulkas (siaran analog dan digital bersamaan) di perbatasan di Nunukan, tapi ada program-program lain yang di sekitar Kalimantan Utara," ujarnya.

Baca: Uut Sukses, Festival Crossborder Nunukan 2019 Singkap Potensi Kuliner Rumput Laut

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif mengatakan siaran digital bagi masyarakat di perbatasan, mewujudkan pemerataan sinyal telekomunikasi di seluruh Indonesia hingga ke pelosok kian digencarkan yang ditargetkan terwujud pada 2020.

Baca: Berkembangnya Transformasi Digital di Indonesia, Tantangan Keamanan Meningkat

“Kita pilih Nunukan karena di situ ada penyiarannya, ada telekomunikasinya, ada internetnya. Kalau kita tidak hadir di sana mereka biasanya akan menonton TV negara tetangga," ujarnya.

"Kalau dibiarkan ada ketertinggalan informasi. Jangan meninggalkan saudara-saudara kita yang ada di perbatasan,” Anang Latif menjelaskan.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved