RUU KPK

Antasari Azhar: Pimpinan KPK yang Mundur Cengeng

Pol Firli Bahuri sebagai Ketua KPK masa periode 2019-2023 mendatang.Antasari mengungkapkan, tindakan tersebut adalah tindakan

Antasari Azhar: Pimpinan KPK yang Mundur Cengeng
tribun jatim/luhur pambudi
Mantan Komisioner KPK Antasari Azhar 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menyesalkan mundurnya pimpinan KPK saat ini, di antaranya Saut Situmorang.

Yakni setelah KPK digempur masalah revisi UU KPK hingga kontroversi terpilihnya Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri sebagai Ketua KPK masa periode 2019-2023 mendatang.

Antasari mengungkapkan, tindakan tersebut adalah tindakan yang merugikan dan tidak gentleman.

Baca: Ngabalin Sebut Ketua KPK Agus Rahardjo Kekanak-kanakan, Baper, Emosi

"Itu tindakan tidak tepat, saya atas nama mantan Ketua KPK (2007-2009) sangat menyesalkan sikap seperti itu," kata Antasari Azhar usai acara Deklarasi Nasional Garda Aksi Indonesia di rumah dinas Wali Kota Solo, Lodji Gandrung, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (14/9/2019).

Dikatakan, seharusnya dalam kondisi saat ini di mana banyak pihak yang mengkritisi, sebagai pimpinan harus bisa menjaga lembaga dan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam KPK, bukan justru menyerahkan ke Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

"Ini tindakan tidak dewasa seperti anak kecil, harusnya mereka (pimpinan KPK) bertahan dan bisa menjaga lembaga dan SDM, dan tetap berantas korupsi, jangan sampai seperti ini mundur," papar Antasari.

"Ini jadi tindakan cengeng," ia menegaskan.

Baca: Antasari Azhar Beberkan Alasan Kenapa Pimpinan KPK Diteror

Antasari menerangkan, seharusnya para pimpinan KPK ini bisa mempertahankan diri di lembaga antirasuah tersebut sampai dengan bulan Desember 2019. "Kalau mundur terus gimana masih ada bulan September, Oktober, November, Desember? Itu mau bagaimana siapa yang mengurus?," jelasnya Antasari tampak kecewa.

Menurut Ketua KPK masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, sebagai petugas pemberantas korupsi, dipastikan akan selalu mendapatkan serangan demi serangan.

Baca: DPR: Publik Menginginkan Komisioner KPK Tegar sampai Titik Darah Terakhir

Namun, menghadapi serangan dan menyelesaikan tugas yang diamanahkan pada pimpinan KPK menjadi cara lebih baik. "Saya menyesalkan tahu tadi dari media pimpinan KPK mundur, ya tindakan yang tidak tepat," papar Antasari Azhar.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved