OTT KPK di Lampung Utara

Bupati Lampung Utara Ditangkap KPK, Statusnya Berubah Jadi Tersangka hingga Warga Lakukan 'Syukuran'

Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara terjaring OTT KPK pada Minggu (6/10/2019) malam terkait dugaan kasus suap proyek di Pemkab Lampung Utara

Bupati Lampung Utara Ditangkap KPK, Statusnya Berubah Jadi Tersangka hingga Warga Lakukan 'Syukuran'
Tribunnews/Irwan Rismawan
Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019) dini hari. KPK resmi menahan Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara terkait dugaan suap proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR Lampung Utara. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara terjaring OTT KPK pada Minggu (6/10/2019) malam terkait dugaan kasus suap proyek di Pemkab Lampung Utara.

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pejabat pemerintahan kembali terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK kembali menggelar OTT dengan menangkap Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara pada Minggu (6/10/2019).

Agung Ilmu Mangkunegara ditangkap KPK bersama tiga orang lainnya terkait kasus suap proyek di Pemerintahan Kabupaten Lampung Utara.

Baca: BERITA POPULER: Detik-detik Penangkapan Bupati Lampung Utara oleh KPK, Warga Ramai Merekam

Baca: Kronologi OTT di Lampung Utara, KPK Sempat Dihalang-halangi Saat Membekuk Sang Bupati

Dalam OTT ini, KPK telah mengamankan uang sebanyak Rp 600 juta.

KPK juga telah menetapkan Agung sebagai tersangka penerima suap dari dua proyek pembangunan.

Yang pertama, Agung menerima suap terkait pembangunan tiga pasar di Dinas Perdagangan.

Kemudian yang kedua, sang Bupati menerima suap proyek di Dinas PUPR.

"Setelah melakukan pemeriksaan, dilanjutkan dengan gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (7/10/2019) malam.

Sebagai pemberi suap, KPK juga menetapkan dua pihak swasta masing-masing bernama Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh.

Halaman
1234
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved