60 Warga Timor Tengah Utara Keracunan, Diduga Makan Daging Sapi yang Telah Mati Sehari

"Ceritanya ada sapi milik warga yang sudah sehari mati, lalu masyarakat potong dan mereka makan itu dagingnya," katanya

60 Warga Timor Tengah Utara Keracunan, Diduga Makan Daging Sapi yang Telah Mati Sehari
earthclinic.com
Ilustrasi keracunan makanan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 60 warga Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) keracunan makanan.

Mereka diduga keracunan daging sapi yang diduga telah mati sehari sebelumnya.

Baca: Makanan Tradisional Hingga Makanan Khas Jepang Akan Disajikan Saat Pelantikan Presiden

"Ceritanya ada sapi milik warga yang sudah sehari mati, lalu masyarakat potong dan mereka makan itu dagingnya sehingga mereka sakit dan dilarikan ke Puskesmas terdekat,"ungkap Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, kepada Kompas.com, Jumat (18/10/2019).

Menurut Raymundus, kejadian itu berlangsung pada Kamis (17/10/2019) pagi.

Raymundus merinci, dari 60 warga yang keracunan, tujuh orang di antaranya adalah anak-anak.

Mereka berasal dari lima desa di Kecamatan Biboki Utara.

Lima desa tersebut, kata Raymundus, yakni Hauteas Barat, Biloe, Taunbaen, Taunbaen Timur dan Sapaen.

"Data sementara yang saya terima, 59 orang dirawat di Puskesmas terdekat. Sedangkan satu orang telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu," kata Raymundus.

Baca: Gara-gara Seng Hilang, Pria di Makassar Ini Aniaya Keponakannya Hingga Luka di Bagian Kepala

Jumlah warga yang mengalami keracunan, lanjut Raymundus, masih bisa bertambah sehingga dirinya sudah perintahkan semua staf untuk sisir di semua desa yang konsumsi daging sapi itu.

"Saya sedang menuju lokasi kejadian. Nanti untuk kronologi dan warga desa mana saja yang mengalami keracunan daging, akan saya sampaikan saat berada di lokasi," ujar Raymundus.

Penulis: Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Makan Daging Sapi yang Sudah Mati Sehari, 60 Warga Masuk Rumah Sakit

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved