Rusun Bantuan Pemerintah di Jepun Tulungagung Mulai Dibangun

Proses pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) baru di Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung sudah mulai dikerjakan.

Rusun Bantuan Pemerintah di Jepun Tulungagung Mulai Dibangun
Surya/David Yohanes
Lokasi pembangunan Rusunawa Jepun, Tulungagung yang mulai dibangun. SURYA/DAVID YOHANES 

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Proses pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) baru di Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung sudah mulai dikerjakan.

Rusunawa ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat, lokasinya bersebelahan dengan Rusunawa yang lama.

Hanya beda jumlah tingkat, jika yang lama lima lantai, Rusunawa baru ini tiga lantai. Total kamar yang disiapkan sebanyak 42 unit.

"Kami hanya penerima manfaat, jadi hanya memastikan bahwa pembangunan itu sesuai dengan rencana," ujar Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air (DPKP dan SDA) Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto.

Baca : Kabar Buruk Buat Ahok BTP, Kejadian Awal 2019 Ini Bisa Ganjal Masuk BUMN Penuhi Tawaran Erick Thohir

Baca: Kasus Pembunuhan Suami Istri di Tulungagung Setahun Lalu Akhirnya Terungkap, Semua Berawal dari STNK

Baca: Baru Keluar Penjara, Pria Asal Tulungagung Bacok Pemuda Setelah Dengar Kekasih Temannya Disekap

Saat ini jumlah warga yang mengajukan permohonan menempati Rusunawa mencapai lebih dari 200 orang.

Karena itu DPKP dan SDA sudah mengajukan ke pemerintah provinsi dan pusat untuk penambahan Rusunawa baru.

Sedangkan Rusunawa yang tengah dikerjakan ini, diperkirakan bisa dimanfaatkan pada Juli atau Agustus 2020 mendatang.

Lokasi pembangunan Rusunawa Jepun, Tulungagung yang mulai dibangun. SURYA/DAVID YOHANES
Lokasi pembangunan Rusunawa Jepun, Tulungagung yang mulai dibangun. SURYA/DAVID YOHANES (Surya/David Yohanes)

"Fasilitasnya sama persis dengan yang lama. Ada dua kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi," sambung Anang Pratistianto.

Sewa untuk lantai tiga ditetapkan Rp 200.000 per bulan, lantai dua Rp 250 per bulan dan lantai satu Rp 300.000 per bulan.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved