Cerita Kemunculan Mendadak Sebuah Makam di Indramayu
Warga Desa Kiajaran Wetan Lohbener, Indramayu, dibuat heboh karena kemunculan mendadak sebuah makam ke atas permukaan tanah.
Editor:
Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM - Warga Desa Kiajaran Wetan Lohbener, Indramayu, dibuat heboh karena kemunculan mendadak sebuah makam ke atas permukaan tanah.
Kemunculan makam yang secara tiba-tiba itu awalnya ditemukan oleh penjaga kebersihan bernama Yana.
Yana sebagai saksi mata menceritakan kondisi tanah sehari sebelum makam tersebut muncul ke permukaan.
Makam itu ditemukan di sebuah kebun yang tak jauh dari kompleks pemakaman umum.
Baca: Heboh Wartawan Kesurupan Depan Bu Risma, Walkot Surabaya Ketakutan Ambil Air Putih, Endingnya Ngakak
Naiknya permukaan makam secara tiba-tiba terjadi pada Minggu (17/11/2019).
Dikutip dari Tribun Jabar, berikut ini rangkuman fakta-fakta di balik makam yang timbul atau meninggi dengan sendirinya:
1. Makam Baru Ditemukan

Awal kabar munculnya makam ini adalah berdasarkan penuturan penjaga kebersihan makam, Yana (59).
Yana awalnya tak mengetahui keberadaan makam tersebut.
"Saya juga awalnya tidak tahu di sini ada makam kuno, karena tadinya kebun, banyak ilalang, ada pohon juga, tidak ada tanda di lokasi ini dulunya makam," ucapnya.
Adapun Ustadz Taupik Tabroni lah yang menyebut makam itu merupakan makam kuno.
Baca: Fakta Terbaru 25 Makam di Tasikmalaya Dibongkar Misterius, Pelaku Hanya Ambil Tanah di Bawah Nisan
Ia mengaku mendapatkan petunjuk bahwa keberadan makam tersebut adalah makam seorang Wali Mastur.
Ustaz Taupik mendapatkan petunjuk tersebut dari seorang kiai pengasuh di Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH. M. Abbas bin Fuad Hasyim MA.
2. Kemunculan Makam

Pada Sabtu malam sebelum makam itu muncul, Yana sempat membersihkan lokasi penemuan makam.
Saat itu Yana hanya mendapati tiga lapis tumpukan batu bata yang mengelilingi makam.
Namun, keesokan paginya Yana mendapati makam lebih naik atau timbul dari kemarin.
Batu yang tadinya menumpuk 3 lapis menjadi 7 lapis tumpukan batu bata.
Padahal, kata Yana, permukaan tanah di sekeliling makam tidak mengalami perubahan.
3. Ciri-ciri Makam

Tadinya lokasi makam kuno itu tertutup ilalang dan pohon.
Makam kuno ini memiliki panjang 3,4 meter, dan 1,7 meter.
4. Pasca Geger
Petugas kebersihan makam, Yana, mengatakan informasi mengenai makam itu pun menyebar langsung ke masyarakat.
Sejak penemuan makam itu pada hari Minggu, banyak masyarakat yang berdatangan untuk menyaksikan langsung.
Baca: KPK Dalami Aliran Uang Ke Pejabat Pemkab Indramayu
Tak hanya itu, diungkapkan Yana bahkan dirinya mendadak membersihkan kebun sekitar untuk dijadikan lahan parkir.
Kini agar tak rusak, makam itu dipagari dengan bambu.
Di sekitar makam kuno itu pun dipasang tenda untuk para pengunjung.
5. Makam Tokoh Syekh Abdul Rahman
Disebut-sebut, makam itu adalah makam tokoh agama Islam bernama Syekh Abdul Rahman.
Syekh Abdul Rahman merupakan murid Sunan Gunung Jati, penyebar agama Islam.
Ustadz Taupik mengaku mengetahui hal itu dari petunjuk KH. M. Abbas bin Fuad Hasyim MA.
Dijelaskan oleh Ustadz Taupik bahwa Syekh Abdul Rahman adalah Wali Mastur dari Cirebon.
Syekh Abdul Rahman disebutkan memiliki usia lebih tua dari Desa Kiajaran Wetan Indramayu, tempat makam itu berada.
Sebelum Desa Kiajaran Wetan Indramayu terbentuk, Syekh Abdul Rahman sudah berada di sana untuk menyebarkan agama Islam.
"Bisa jadi waktu itu beliau termasuk murid yang membantu perjuangan Sunan Gunung Jati, beliau ditugaskan di sini, beliau juga wafat di sini."
"Saat beliau wafat di sini, anak-anak keturunannya tidak ada yang tahu mungkin, untuk siapa silsilahnya, dan sebagainya saya juga tidak tahu persis," ujarnya.
6. Empat Syarat Sebelum Ditemukan Makam
Keberadaan makam kuno itu sebelumnya sudah diketahui Ustaz Taupik sejak lima tahun lalu.
Ustaz Taupik baru mengetahui makam kuno tersebut adalah milik Syekh Abdul Rahman usai dirinya memenuhi beberapa syarat.
Syarat petunjuk itu diberikan dari seorang Kiai pengasuh di Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH. M. Abbas bin Fuad Hasyim MA.
Pertama, Ia membuat musala di kawasan tempat pemakaman umum di desa tersebut.
Kedua, Ia juga rutin mengkhatamkan Alquran minimal satu bulan sekali.
Ketiga, Ustaz Taupik juga harus memperbaiki akses jalan menuju lokasi pemakaman.
Kemudian keempat, Ustaz Taupik juga harus membuat pagar di sekeliling pemakaman tersebut.
Berita ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Fakta Penemuan Makam Muncul Sendiri di Indramayu, Yana Cerita Kondisi Tanah Sehari Sebelumnya