Kisah Asmara 7 Tahun Berakhir Tragis, Jenazah Kasniti 5 Bulan Membusuk di Kamar Kos di Gresik

Jenazah Kasniti (49), tukang pijat pangilan, lima bulan membusuk di sebuah kamar kos di Gang 16 RT 005/003, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas

Kisah Asmara 7 Tahun Berakhir Tragis, Jenazah Kasniti 5 Bulan Membusuk di Kamar Kos di Gresik
Willy Abraham/Surya
Tersangka Untung di Mapolres Gresik, Minggu (8/12/2019). (Willy Abraham/Surya) 

TRIBUNNEWS.COM - Jenazah Kasniti (49), tukang pijat pangilan, lima bulan membusuk di sebuah kamar kos di Gang 16 RT 005/003, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Jenazah Kasniti pertama kali ditemukan Minggu (1/12/2019) sore. Saat itu, ada penemuan mayat perempuan tanpa identitas di indekos milik Muhadi (85) di Gang 16 RT 005/003, Kelurahan Sidomoro.

Padahal, indekos milik Muhadi tersebut diperuntukkan untuk kamar kos pria.

Pemilik kos maupun pihak RT tidak menyimpan identitas penghuni kos terakhir yang menempati kamar ditemukannya mayat perempuan tersebut.

Identitas mayat perempuan tersebut baru diketahui setelah polisi melakukan olah TKP dan bantuan sejumlah peralatan.

Korban adalah Kasniti (49), warga Kelurahan Sidokumpul, Kecamataan Gresik Kota, Gresik. Sehari-hari, Kasniti dikenal masyarakat sebagai tukang pijat pangilan.

 

Ditangkap di Berau, Kalimantan Timur

Sepekan setelah penemuan mayat di indekos, polisi mengungkap pelaku pembunuhan Kasniti. Pelaku adalah Untung (53), pria kelahiran Jombang, Jawa Timur yang terakhir menempati kamas kos milik Muhadi.

Untung bekerja sebagai tukang jagal di salah satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Gresik. Setelah memgantongi identitas, polisi langsung mencari keberadaan Untung di Jombang.

Ternyata Untung pergi ke Serang, Banten selama dua hari untuk menjemput salah satu keluarganya untuk diajak ke Berau untuk melarikan diri.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved