Hukuman Mati Koruptor

Wacana Hukuman Mati bagi Koruptor, Ahli Hukum: Orang Lebih Takut Miskin daripada Mati

Wacana hukuman mati untuk para pelaku korupsi yang digaungkan Presiden Jokowi dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia mendapat komentar beragam.

Wacana Hukuman Mati bagi Koruptor, Ahli Hukum: Orang Lebih Takut Miskin daripada Mati
Channel YouTube Talk Show tvOne
Pengamatan Hukum Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar (Channel YouTube Talk Show tvOne) 

TRIBUNNEWS.COM - Wacana hukuman mati untuk para pelaku korupsi yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia mendapat komentar beragam.

Termasuk dari kalangan ahli hukum di Indonesia.

Pengamat Hukum Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan hukuman mati tidak akan memberikan efek jera terhadap kasus tindak pidana korupsi.

Fickar memandang pelaku-pelaku korupsi lebih takut dengan kemiskinan daripada kematian.

Ia melihat kasus-kasus yang telah terjadi sebelumnya. Ada terpidana korupsi yang masih bisa berfoya-foya saat di dalam penjara.

"Di Lapas Sukamiskin misalnya, hasil korupsi bisa menolong dia," 

"Karena itu kesimpulan adalah orang takut kemiskinan daripada mati," Fickar dikutip dari YouTube Talk Show tvOne, Jumat (13/12/2019).

Baca: Pelajar di Solo Pamer Alat Kelamin di Depan Wanita, Ini Dampak Kecanduan Film Porno bagi Remaja

Menurutnya, kasus korupsi masuk dalam kategori kejahatan dari dimensi ekonomi, maka hukumannya juga harus berkaitan dengan dimensi ini.

"Lebih baik hukumannya ada efek jera di bidang ekonomi. Istilah kasarnya dimiskinkan lah" kata Fickar.

Halaman
1234
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved