Breaking News:

Banyak Warung Remang-remang dan Tempat Prostitusi Berkedok Salon di Tegal

Aduan itu mulai dari maraknya warung remang, tempat prostitusi berkedok salon atau rumah makan, hingga tempat wisata yang disalahgunakan.

Tribun Pekanbaru/Donny Kusumaputra
ilustrasi penertiban warung remang-remang. 

TRIBUNNEWS.COM, SLAWI - Satpol PP Kabupaten Tegal mendapat banyak aduan dari masyarakat.

Aduan itu mulai dari maraknya warung remang, tempat prostitusi berkedok salon atau rumah makan, hingga tempat wisata yang disalahgunakan.

Mereka meminta Satpol PP memberikan teguran tegas atas bermacam aduan tersebut.

Menurut Berlian, aduan dari masyarakat itu selalu ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Jika ada yang melanggar aturan, pihaknya tidak langsung menutup usaha mereka.

Berlian menuturkan, teguran secara lisan dan tertulis dilakukan lebih dari 3 kali.

Jika masih mengabaikan teguran, terpaksa dibawa ke jalur hukum, seperti penjual karpet yang mangkal di tepi jalan nasional Slawi-Adiwerna.

Tiga orang penjual karpet itu terpaksa menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Slawi, Kabupaten Tegal, pada Rabu (11/12/2019) lalu.

Kendati disidang, tapi tidak dipenjara, mereka hanya menjalani wajib lapor.

"Kecuali jika mereka melakukan suatu tindakan pidana sebelum lewat masa percobaan selama tiga bulan, itu bisa dipenjara," kata Berlian.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved