Mengintip Proses Penguburan Buaya 5 Meter Tangkapan Warga Pangkalraya, Ekskavator pun Dikerahkan

Ukuran ekskavator berwarna biru yang menguburkan buaya ini terlihat tak ada apa-apanya dibandingkan panjang hewan buas tersebut.

Mengintip Proses Penguburan Buaya 5 Meter Tangkapan Warga Pangkalraya, Ekskavator pun Dikerahkan
Bangkapos.com/Sela Agustika
Proses pengangkatan buaya sebelum dikubur. 

TRIBUNNEWS.COM, SUNGAISELAN - Buaya raksasa dengan panjang sekitar lima meter yang ditangkap warga Pangkalraya, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, menghiasi pemberitaan bangkapos.com pada Jumat (3/1/2020) dan Sabtu (4/1/2020) lalu.

Ditangkap dengan cara dipancing oleh warga pada Jumat lalu, buaya ini kemudian mati dan dikuburkan di depan Kantor Sekretariat PPS Alobi di Air Jangkang, Dusun Sinar Rembulan Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Sabtu (4/1/2020) kemarin.

Ukuran buaya raksasa Pangkalraya ini memang tak main-main.

Ukuran ekskavator berwarna biru yang menguburkan buaya ini terlihat tak ada apa-apanya dibandingkan panjang hewan buas tersebut.

Penguburan juga dibantu oleh empat hingga lima orang dewasa.

Tangkapan layar status akun Mardani di Facebook mengenai penangkapan dua buaya di Sungaiselan.
Tangkapan layar status akun Mardani di Facebook mengenai penangkapan dua buaya di Sungaiselan. (Facebook Mardani)

Buaya berbobot hampir setengah ton ini sudah berusia 40-60 tahun dan sudah tak bertaring.

Sebelumnya, buaya berukuran besar ditangkap warga Pangkalraya, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah.

Penangkapan buaya ini diposting di akun media sosial Facebook, Mardani, Jumat (3/1/2020).

Baca: BKSDA Kesulitan Evakuasi Dua Ekor Buaya Tangkapan Warga Sepanjang 4,5 Meter

Baca: Dua Ekor Buaya Sepanjang 5 Meter Ditangkap Warga Pangkalraya, Masih Ada Pancing dalam Mulutnya

Dalam postingannya Mardani menuliskan: "Karna sering meresahkan orang Pangkalraya Kelurahan Sungaiselan Kecamatan sungaiselan. Dua ekor buaya dapat dipancing warga Pangkalraya pagi tadi, Jumat 03 Januari 2020."

Bangkapos.com berusaha mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) Bangka Belitung.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved