Breaking News:

Ahli Satwa asal Australia Sebut Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu Sulit Ditangkap

BKSDA Sulawesi Tengah menggandeng dua ahli buaya asal Australia untuk bergabung dengan Tim Satgas Penanganan Satwa Liar.

(AFP PHOTO/ARFA)
Seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dengan ban yang menjerat lehernya terlihat di sungai Kota Palu, Selasa (20/9/2016). Pihak konservasi setempat terus berupaya melakukan penyelamatan buaya berukuran sekitar 4 meter dengan ban yang melilit lehernya sejak tahun 2016 tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM - Proses penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah masih berlangsung.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah telah membentuk tim satuan tugas (satgas) Penanganan Satwa Liar untuk melepaskan ban yang membelit leher buaya berukuran empat meter tersebut.

Pada 2018 lalu, BKSDA Sulawesi Tengah sempat menggandeng ahli satwa untuk melakukan proses penyelamatan buaya berkalung ban.

Saat itu, BKSDA Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Panji Petualang dan Organisasi Non-Pemerintah (NGO) asal Australia.

Namun, usaha tersebut belum juga berhasil.

Buaya berkalung ban
Buaya berkalung ban (NANANG/AFP)

Terbaru, BKSDA Sulawesi Tengah menggandeng dua ahli buaya asal Australia untuk bergabung dengan Tim Satgas Penanganan Satwa Liar.

Yakni, Mattew Nicolas Wright atau Matt Wright dan Chris Wilson.

Pada Selasa (11/2/2020) lalu, Tim Satgas Penanganan Satwa Liar memasang perangkap besi yang berisikan umpan dan berukuran 3 x 1,2 meter di sekitar Jembatan Palu II, di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kota Palu.

Lokasi tersebut diyakini sebagai tempat buaya berkalung ban kerap menampakkan diri.

BKSDA Sulawesi Tengah juga menggunakan drone untuk mengirim umpan ke tengah sungai agar dapat memancing kemunculan sang buaya berkalung ban.

HALAMAN SELENGKAPNYA>>>

Editor: Rizki Aningtyas Tiara
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved