Cerita Dokter Fadhil 8 Tahun Bertugas di Natuna Kala Warga Setempat Lebih Percaya pada Dukun

Kapal tenggelam dan pernah dikejar benda tajam parang hingga diguna-guna dan bahkan ditolak warga sebagai dokter kerap dilalui Dokter Fadhil.

Cerita Dokter Fadhil 8 Tahun Bertugas di Natuna Kala Warga Setempat Lebih Percaya pada Dukun
Tribunbatam.id/Bereslumbantobing
dr Fadhil pria asal Bandung yang telah menetap di Desa Tanjung Kumbik, Kecamatan Pulau Tiga, Natuna Provinsi Kepri sejak 2012 silam. 

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pekerjaan memang tak selamanya tentang persoalan uang, namun juga tentang hidup orang banyak.

Tinggal di pulau terluar dengan segala akses yang terbatas, namun hal itu tak mengurangi semangatnya untuk mengabdi.

Dia dr Fadhil pria asal Bandung yang telah menetap di Desa Tanjung Kumbik, Kecamatan Pulau Tiga, Natuna Provinsi Kepri sejak 2012 silam.

Sembari duduk di bawah pohon yang rindang, Jumat (14/02/2020) pagi, Fadhil menyebutkan perjalanan seorang dokter di pulau terluar memang tak selalu nikmat, penuh perjuangan bak pertaruhan hidup dan mati.

Kapal tenggelam dan pernah dikejar benda tajam parang hingga diguna-guna dan bahkan ditolak warga sebagai dokter kerap dilaluinya, namun semua itu tak kan menyurutkan misinya.

Tak pernah terlintas di benaknya untuk sampai dan hingga menetap di pulau, namun rezeki berkata lain.

Dengan meneguk teh botol di bawah mentari pagi yang bersinar, dokter Fadhil menceritakan awal mula ia bertugas di Tanjung Kumbik itu.

Bebatuan granit indah Jelita Sejuba di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.
Bebatuan granit indah Jelita Sejuba di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. (TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI)

Tahun 2012 saya dikirim pusat jadi dokter keluarga ke Natuna. Iyaa, mungkin karena memang latar belakang saya dokter umum.

Namun waktu itu saya juga berpikir-pikir untuk menetap di sebuah pulau di ujung Indonesia dengan cerita-cerita yang memiliki mitos tinggi.

Dan perlahan lahan tugas itu dijalani dengan tekun dan hati yang lapang di kampung ini.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved