Breaking News:

Virus Corona

Cara Sederhana Menangkal Virus Corona Menggunakan Ramuan Empon-empon Khas Nusantara

Dengan konsumsi empon-empon yang menghasilkan curcumin, produksi sitokin yang bisa menyebabkan pengerusakan sel secara terus menerus akan terhenti.

steptohealth/SuryaMalang
Jahe dan kunyit termasuk aneka empon-empon atau rempah yang dipercaya bisa menangkal virus corona. 

Luthfi Husnika/SuryaMalang.com

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Empon-empon atau rempah ternyata bisa menjadi penangkal ampuh virus corona atau Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof Dr Chairul Anwar Nidom.

Dalam penelitian yang dilakukannya, kandungan dalam empon-empon tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

"Corona ini kan virus ya bukan bakteri. Jadi berkaitan sekali dengan daya tahan atau kekebalan tubuh. Semakin baik kekebalan tubuh, semakin baik pula reaksi dalam menangkal virus," ujarnya dilansir SURYAMALANG.COM, Senin (2/3/3030) malam.

Baca: Kenali Gejala Awal Infeksi Virus Corona

Baca: Persib Kini Punya Super Wander Luiz, Bukti Tajamnya Insting Robert Alberts Tepis Keraguan Bobotoh

Baca: Peran Kim Jeffrey Kurniawan Bagi Duo Striker Asing Persib, Alberts Ungkap Strategi Masa Depan Maung

Laki-laki yang juga Guru Besar Biologi Molekular Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut menuturkan, dalam penelitiannya ia menemukan kandungan dalam empon-empon bisa menangkal virus corona.

Chairul Anwar Nidom
Chairul Anwar Nidom (IST)

Menurutnya, empon-empon yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, kayu manis dll memiliki kandungan curcumin.

"Curcumin yang menjadi penangkal terhadap virus. Ketika seseorang mengonsumsi empon-empon, curcumin dari dalam empon-empon akan keluar dan masuk dalam tubuh. Kemudian di situ curcumin bekerja mengendalika sitokin," ujarnya.

Cara kerja empon-empon, lanjut Prof Dr Nidom, kandungan bahan aktif curcumin yang masuk dalam tubuh akan bereaksi menangkal virus.

Curcumin, katanya, akan mengendalikan produksi sitokin dalam sel yang muncul akibat ingeksi virus.

"Sebelumnya saya pernah meneliti soal kasus flu burung. Pada penelitian itu terlihat bahwa infeksi virus yang masuk menyebabkan produksi sitokin meningkat sehingga menyebabkan pengerusakan sel secara terus menerus atau sering disebut badai sitokin," ia memaparkan.

Halaman
1234
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved