Breaking News:

Polda Jateng Kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan Mahasiswa yang Diduga Hina Jokowi

Mahasiswa dari universitas swasta di Sukoharjo yang menghina Presiden Joko Widodo karena menjurus kepada ujaran kebencian kini bisa bernapas lega.

dok Polda Jateng
Ilustrasi: Tersangka M yang diduga melakukan penghinaan kepada Presiden Jokowi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO - Muhammad Hisbun Payu atau biasa disapa dengan Iss, mahasiswa dari universitas swasta di Kabupaten Sukoharjo yang menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena menjurus kepada ujaran kebencian kini bisa bernapas lega.

Permohonan penangguhan penahanan yang diajukan kuasa hukum, YLBH-LBH Semarang dikabulkan oleh Ditreskrimsus Polda Jateng, Sabtu (21/3/2020).

Kuasa Hukum Iss, Etik membenarkan kliennya mendapatkan penangguhan penahanan.

Adapun surat resmi telah dikeluarkan bernomor:SP.Han/7.A/III/2020/Reskrimsus dari Ditreskrimsus Polda Jateng.

"Permohonan penangguhan penahanan klien kami dikabulkan," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Minggu (22/3/2020).

Etik mengatakan surat tersebut sudah mereka terima pada Sabtu (21/3/2020), sehingga setelah mendapatkan surat resmi pihaknya langsung menjemput Iss.

"Setelah kita mendapatkan surat itu, kami segera menjemput klien kami," ujar Etik.

Baca: UPDATE Sebaran Pasien Virus Corona di 20 Daerah: Terbanyak DKI

Baca: Pemerintah Ucapkan Duka Cita Atas Meninggalnya Sejumlah Tim Medis karena Corona

Dia menerangkan, penangguhan penahanan tersebut merupakan hak dari tersangka sebagaimana diatur dalam Pasal 31 ayat (1) UU No 8 Tahun 1981 KUHP.

Bahkan Etik juga mengungkapkan penangguhan penahanan ini membuktikan Polda Jateng sepakat dengan kritik pemerintah.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved