Virus Corona
Ganjar Pranowo Siapkan Aplikasi Siaga Mudik bagi Pemudik Jawa Tengah: Jangan Pulang Kampung Dulu!
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyiapkan aplikasi Siaga Mudik untuk warga Jawa Tengah yang terpaksa mudik.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
bunga pradipta p
TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyiapkan aplikasi Siaga Mudik untuk warga Jawa Tengah yang terpaksa mudik.
Namun, Ganjar mengimbau sebaiknya warga yang bekerja di zona merah seperti Jakarta agar tak mudik, untuk mencegah penyebaran virus corona.
Menurut data Dinas Perhubungan Jawa Tengah, sejak 22 Maret hingga 3 April 2020, sebanyak 320.435 pemudik telah kembali ke Jawa Tengah menggunakan transportasi umum.
Ia menyebut, banyak pemudik yang tak mentaati peraturan isolasi mandiri selama 14 hari.
"Pemerintah juga sudah mengingatkan, agar pemudik mengkarantina diri dulu selama 14 hari begitu sampai di kampung halaman," ujar Ganjar, dikutip dari video IGTV akun Instagram @ganjar_pranowo, Selasa (7/4/2020).
Baca: Ini Alasan Ganjar Pranowo Belum Ajukan PSBB untuk Jawa Tengah
Baca: PSBB Belum jadi Pilihan Jateng, Ganjar Pranowo: Harus Hati-hati Betul
Baca: Ganjar Pranowo Siapkan Plan B Atasi Warga yang Nekat Mudik: Dibalikin Enggak Mungkin
"Kenyataannya banyak pemudik yang tak mau mengisolasi diri dulu, bahkan di beberapa tempat mereka marah-marah kepada aparat desa yang mencoba mengingatkan," jelasnya.

Ganjar menegaskan, sikap pemudik yang tidak mentaati aturan pemerintah, bisa membahayakan orang lain di daerahnya.
"Sikap pemudik yang bandel sama saja membiarkan virus corona tersebar kemana-mana."
"Maka saya minta sekali lagi, Anda yang diperantauan jangan mudik," tegasnya.
Baca: Ganjar Pranowo: Semua Warga yang Keluar Rumah Harus Pakai Masker, Enggak Punya, Buat Sendiri
Baca: Sidak ke Kendal, Ganjar Temui Cara Unik Imbau Pemudik: Pak Lurah Ini Bisa Mendeteksi Berapa Warganya
Baca: VIRAL Video Ganjar Pranowo Dicegat Warga saat Masuk Desa, Ternyata Ini yang Terjadi
Namun, Ganjar Pranowo menyiapkan aplikasi bagi pemudik yang terpaksa pulang kampung.
"Tapi kalau terpaksa mudik, mohon untuk mengisi aplikasi Siaga Mudik."
"Aplikasi ini hasil kerjasama Pemprov Jateng dengan Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta dan komunitas WE Indonesia di Jakarta," katanya.
Pemudik bisa mengakses website siagamudik.jatengprov.go.id.
Sistem ini dibuat untuk membantu penelusuran riwayat perjalanan para pemudik di Jawa Tengah.

Pemudik mengisi nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, dan melengkapi isian yang ada.
Sehingga, Pemprov Jateng bisa mengetahui jumlah, orang yang mudik, alamat, dan riwayat pemudik.
"Dengan demikian, kami bisa memantau kesehatan dan menyiapkan karantina untuk Anda," jelas Ganjar.
Baca: Cara Membuat Masker Tisu untuk Menangkal Corona Sesuai Arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Baca: Ganjar Sebut Masalah di Hulu Sebabkan Warga Nekat Mudik saat Wabah Corona: Tamu yang Terpaksa Pulang
Baca: Bahas Corona, Ganjar Pranowo Ibaratkan Anjuran Mudik Layaknya Ibadah Puasa: Polisi Puasa Itu Tak Ada
Ia pun tetap mengimbau agar warga Jawa Tengah tak melakukan mudik.
"Saya minta maaf kalau Anda merasa repot harus mengisi data dan harus mengkarantina."
"Tapi kalau tidak mau repot, ikuti anjuran pertama tadi, jangan pulang kampung dulu!" imbaunya.
"Jaga kesehatan dan jangan lupa selalu pakai masker," pungkas Ganjar Pranowo.
"Sampai sekarang saya meyakini cara terbaik menahan laju penyebaran Covid-19 adalah mencegah orang-orang dari daerah zona merah menuju daerah.
Makanya saya tetap meminta teman-teman di perantauan tidak mudik dahulu ke Jawa Tengah.
Tapi kalau terpaksa harus mudik, saya punya dua syarat.
Teman-teman mengisi data di aplikasi Siaga Mudik kemudian sampai kampung halaman bersedia dikarantina 14 hari.
Jika tidak mau, silahkan tetap di posisi masing-masing sampai wabah ini berakhir. Jaga kesehatan dan selalu pakai masker!" tulis Ganjar.
(Tribunnews.com/Nuryanti)