Breaking News:

Staf Lapas Perempuan Denpasar Diduga Terlibat Peredaran Sabu

Ditanya sanksi apa yang akan dijatuhkan terhadap oknum tersebut, Suprapto belum bisa merinci

Shutterstock
Ilustrasi sabu 

Laporan Wartawan Tribun Bali Putu Candra


TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR  
-  Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali belum bisa memberikan sanksi terhadap oknum staf Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Denpasar, Luh ERP (26).

Saat ini Kanwil masih menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian.

"Jika hasil pemeriksaan lengkap baru lah pihak Kanwil Hukum dan HAM Bali melalui Divisi Pemasyaratakan akan menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan," kata Suprapto saat dikonfirmasi melalui telpon, Rabu (29/4/2020).

Diketahui Luh ERP ditangkap karena diduga menyelundupkan narkotik jenis sabu ke dalam lapas.

Suprapto telah memerintahkan untuk menindaklanjuti dan diserahkan ke pihak kepolisian.

Baca: Setelah Bali Luna Maya Ingin ke Jepang Seandainya Pandemi Covid-19 Berakhir, Bertemu Ryochin?

"Itu atas perintah saya, karena ada indikasi bahwa ketika diperiksa ada barang terlarang" ucap Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Hukum dan HAM Bali, 

Dikatakan Suprapto, kini oknum tersebut tengah ditangani oleh pihak kepolisian.

Pihaknya mendengar informasi jika yang bersangkutan masih mengelak dan membantah keberadaan narkotik itu.

 "Ada informasi dari pemeriksaan di kepolisian, yang bersangkutan selalu mengelak dan mengatakan tidak tahu mengenai barang terlarang itu dan bukan punyanya. Tapi itu terserah yang bersangkutan, itu haknya. Kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah," jelasnya.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved